Thursday, June 13, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedYuk Berlibur Ala Kaum Jet Set - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Yuk Berlibur Ala Kaum Jet Set – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Berlibur ke tempat indah yang instagrammable? Atau hotel-hotel yang berfasilitas super mewah? Ternyata, hal itu bukan lagi incaran para pelancong dari kelas jetset. Mereka sekarang justru mencari tempat-tempat yang hanya diketahui segelintir orang, bahkan bisa jadi belum pernah dikunjungi orang untuk berlibur. Itulah yang mendorong Black Tomato, penyedia jasa berlibur ala kaum superkaya, membuat layanan berlibur yang tidak biasa dan diberi nama Blink.

Blink Popup Tent

Blink Popup Tent

Bagaimana caranya? Kita cukup pilih negara atau kawasan yang akan dikunjungi, nanti Black Tomato akan mencari lokasi yang menarik dan alami da di sini akan dibuatkan fasilitas akomodasi temporer, komplit dengan segala keperluannya. Jangan berpikir akomodasi tersebut berupa bangunan, tetapi tempat bermalam atau bersantap yang betul-betul sesuai dengan lingkungannya. Jadi misalnya kalau di padang pasir, bisa berbentuk tenda ala kaum badui, jika di pegunungan bisa berbentuk tenda ala pendaki gunung. Tipe tendanya macam-macam, canvas, domes, bubbles, yurtsatautropical villa tents. Tapi semua tetap dalam balutan serba mewah, bahkan pelancong boleh menentukan jenis dan merek wine apa yang dimau, atau posisi “tempat tidur”-nya mau dihadapkan ke pemandangan apa. Layanan room service pun bisa disediakan, termasuk buttler, chef dan housekeeper khusus. Jadi betul-betul tailor made.

Blink Tenda di Antartica

Blink Tenda di Antartica

Blink Popup Accomodation

Blink Popup Accomodation

Menurut Tom Marchant, salah satu pendiri Black Tomato, idenya dari konsep pop-up retail yang memang belakangan makin marak. “Hal yang tidak permanen itu menarik orang untuk merasakan, karena menciptakan rasa urgensi,” katanya. Hal kemewahan dan personal, imbuh Marchant, sekarang berubah, yaitu menjadi sesuatu hal yang betul-betul unik dan tidak bisa diulang atau ditiru. Hotel memang ada di mana-mana, tetapi hanya segelintir yang menyediakan kemewahan seperti ini. Perlengkapan kamar mandi yang bisa dipesan misalnya, itu tetap bagian dari desain propertinya, yang bisa jadi bukan kemauan tamu. Nah, yang ditawarkan Blink ini semuanya disiapkan sesuai dengan keinginan dan pesanan sang tamu.

Pelancong tidak perlu takut Black Tomato tidak bisa memenuhi permintaan yang diinginkan. Sebab, “Blink ada di mana-mana, ke Antartika pun kami layani,” ucap Marchant. Tim Black Tomato bahkan bisa menyarankan lokasi-lokasi epic, dengann segala aktivitas yang bisa dilakukan di tempat tersebut. Seperti ke Salar de Uyuni dataran garam terluas di dunia yang berada di Bolivia atau menjelajahi sisi lain wilayah Kimberly di Australia Barat. Untuk yang mau ber-safari, bisa pilih ke Namibia atau padang pasir Kalahari di Bostwana, Afrika. Bagi yang mau menyelami budaya, mungkin bisa pilih ke Rajasthan atau Danau Inle di Myanmar. Pilihan lainnya ber-ski di Swiss, melihat langit kutub utara yang menakjubkan di Islandia atau menjelajahi pedalaman Maroko.

Karena lokasi berlibur tidak biasa, pemesanan harus dilakukan jauh-jauh hari. Setidaknya Black Tomato harus menyiapkan segalanya tiga sampai lima bulan, tergantung kondisi tempat yang dipilih. Di tahun pertama, Black Tomato memperkirakan bisa menyelenggarakan 10-20 perjalanan, dan diyakini permintaan bisa mencapai ratusan perjalanan dalam setahun. “Kami sudah didukung infrastruktur yang baik untuk pertumbuhan permintaan setinggi itu,” kata Marchant.

Diakui oleh Marchan, layanan ini bukan untuk pasar massal, melainkan, “Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa dan itu pun harus di waktu yang tepat,” tandasnya. Wajar kiranya, sebab harga yang ditawarkan mulai dari 65.784 dolar AS atau hampir Rp890 juta untuk berlibur ke Maroko selama tiga hari, beranggota enam orang. Kalau mau berlibur tiga hari bersama enam orang di dataran garam di Bolivia, harus merogoh kocek sedalam 177.600 dolar AS atau Rp2,4 miliar. Perlu dicatat, itu semua belum termasuk ongkos pesawat dari/ke lokasi. Blink juga bisa dimanfaatkan oleh honeymooners atau pelancong solo, dengan harga yang tentu berbeda.

 

Sumber: Bloomberg

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments