Tuesday, July 16, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedSentul City Kebut Pembangunan Superblok Centerra

Sentul City Kebut Pembangunan Superblok Centerra

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Pengembangan proyek infrastruktur di koridor timur dan selatan Jakarta dimanfaatkan kalangan pengembang untuk mengebut pembangunan proyeknya. Salah satunya PT Sentul City Tbk, pengembang township Sentul City (3.100 ha), Bogor, Jawa Barat. Presiden Direktur Sentul City Keith Steven Muljadi menyatakan kawasan Sentul sangat potensial karena dekat dengan beragam infrastruktur di kawasan. Selain jalan tol Jagorawi dan Bogor Outer Ring Road (BORR) yang sudah beroperasi juga akan dibangun Bogor Inner Ring Road (BIRR), jalan poros tengah timur (jalur Puncak Dua), dan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Ilustrasi

Ilustrasi

“Saat ini beberapa ruas di tol BORR sudah rampung,belum lagi proyek kereta ringan light rail transit (LRT) yang akan sampai ke Bogor. Kalau akses tol dan LRT ini sudah jadi dipastikan properti di kawasan Bogor akan semakin meroket, makanya kami terus berbenah untuk menyesuaikan dengan momentum pengembangan infrastruktur di kawasan ini,” ujar Steven di Bogor, Selasa (7/6).

Selain residensial Sentul City  tengah mengembangkan kawasan superblok Centerra seluas 8,8 ha. Kawasan terintegrasi dengan konsep ultimate integrated lifestyle ini akan menelan investasi Rp3 triliun. Centerra ini akan menjadi kawasan CBD pertama di Sentul City yang kelak luasnya mencapai 30 ha.

AEON Mall seluas 450 m2 yang akan beroperasi tahun 2018 menjadi bagian dari superblok ini. Selain itu masih ada empat tower apartemen Saffron Residential, perkantoran, dan hotel bintang lima dengan kapasitas 400 kamar. Tower pertama Saffron Residential sebanyak 728 unit sudah dipasarkan.  Unit huniannya terdiri tipe 34,5 – 63,8 m2 seharga Rp600 – 800 juta. Rencananya apartemen ini akan diserahterimakan pada 2019.

Sentul City juga mengembangkan apartemen Verdura bekerja sama dengan PT PP Properti Tbk. Apartemen yang dibangun di area seluas 1 ha ini terdiri tiga tower sebanyak 1.836 unit (612 unit/tower). Unitnya huniannya lebih kecil 28 – 69 m2 seharga Rp16,5 – 22,5 juta/m2. Untuk rumah tapak (landed house) harganya variatif, Rp900 juta – Rp20 miliar per unit.

“Kami juga menggandeng biro arsitektur internasional Group 70 International dari Honolulu, Hawai, untuk pengembangan masterplan lansekap. Nantinya akan ada kawasan teknologi Sentul City Tech Center seluas 140 ha yang dikonsep jadi Silicon Valley Indonesia,” terang Steven.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments