Sunday, July 14, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedSektor Properti Dibayangi Ancaman PHK - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti No....

Sektor Properti Dibayangi Ancaman PHK – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Ada momentum-momentum tertentu dimana penjualan properti selalu mengalami penurunan signifikan. Yaitu bulan puasa, tahun ajaran baru sekolah, dan natal/tahun baru. Tapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya penjualan properti pada puasa dan lebaran tahun ini  turun cukup dalam. Menurut Ketua REI DKI Jakarta,  Amran Nukman, sektor ini mengalami pukulan bertubi-tubi.

Amran Nukman, Ketua DPD Realestat Indonesia (REI)

Amran Nukman, Ketua DPD Realestat Indonesia (REI)

“Yang pertama situasi ekonomi global yang memang menurun kemudian berbarengan dengan tahun ajaran baru sekolah. Tapi yang paling parah justru kebijakan pemerintah di sektor property. Pasar yang melemah tidak didukung kebijakan yang bisa dijadikan trigger untuk bangkit. Jadi selama bulan puasa hingga lebaran penjualan rata-rata turun 40 – 50 persen,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (3/8).

Amran mengatakan, sektor properti memberikan sumbangan cukup besar kepada perekonomian nasional. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar industri yang terkait dengan sektor properti sangat banyak mencapai 150 jenis. Ia khawatir menurunnya penjualan properti akan memengaruhi perekonomian nasional.

“Kalau pemerintah tidak segera membuat kebijakan yang pro pasar sebentar lagi perusahaan pengembang akan banyak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Bagaimana nggak PHK, penjualan terus turun dengan angka yang nggak main-main,” imbuhnya.

Agar kembali bergairah REI tidak mengharapkan kebijakan yang luar biasa di sektor properti. Pemerintah hanya diminta mengembalikan aturan sektor ini seperti dulu, yaitu dibolehkannya pembelian secara inden. Selain pemerintah jangan mengeluarkan pernyataan yang kontrakdiktif.

“Aturan loan to value (LTV) memang sudah dilonggarkan, tapi dampaknya tidak bisa langsung selain efeknya juga tidak akan terlalu signifikan. Sekarang ada wacana pembatasan akuisisi lahan dan kewajiban menyetor dana sebesar nilai proyek ke escrow account. (Kebijakan ini) membuat orang malas menginventasikan uangnya, sebagian malah sudah diivestasikan di luar negeri,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments