Friday, March 1, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedRumah Mini Yang Maksi - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti No. 1...

Rumah Mini Yang Maksi – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Rumah dua lantai seluas 51 meter persegi (m2) ini hanya menempati kaveling selebar tiga meter, tapi mampu memenuhi kebutuhan ruang yang layak.

Housing-Estate.com, Jakarta – Situasi rumah-rumah di perkotaan umumnya tak jauh dari kesan sempit dan berimpit. Itu pula yang sekilas tergambar dari wajah rumah ini. Lokasinya di kawasan padat Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ruang dapur,makan dan keluarga di lantai bawah,suasana lapang didukung furnitur terintegrasi sebagai pembatas ruang

Ruang dapur,makan dan keluarga di lantai bawah,suasana lapang didukung furnitur terintegrasi sebagai pembatas ruang

Anda mungkin tak pernah membayangkan dapat membangun rumah yang nyaman dengan lebar lahan hanya 3,35 meter. Arsitek Sontang M Siregar mencoba menjawab persoalan keterbatasan lahan itu dengan desain rumah kompak dua lantai seluas 51 m2. Ia menamainya Rumah 51.

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mengganjar karyanya dengan IAI Awards 2011 untuk kategori rumah tinggal 0–200 m2. Sejalan dengan tema penghargaan, yakni “arsitektur yang berbagi”, karya ini mencerminkan buah pikir arsitek dalam memberikan solusi ruang dan membagi keahliannya dengan masyarakat luas.

Akomodasi ruang

Penghuni rumah adalah pasangan muda Ahmad Gozali dan istri dengan tiga orang anak yang masih balita. Sontang dan timnya Chairi Reza, Pramudya H, dan Tri Heru Laksmana berupaya mengakomodasi kebutuhan ruang bagi penghuni rumah di atas kaveling seluas 37,3 m2. “Hampir semua jenis kegiatan dan ruangan yang biasanya didapat di rumah yang tidak terbatas lahannya, kita usahakan terakomodasi di rumah ini,” kata Sontang, arsitek lulusan Universitas Trisakti (Jakarta) ini.

Tampak muka rumah selebar 3,35 m

Tampak muka rumah selebar 3,35 m

Area carport dan pintu masuk

Area carport dan pintu masuk

Dimensi lahan selebar 3,35 m dan panjang 11,20 m diolah secara detail dan cermat. Bangunan dua lantai ini mempunyai tempat parkir mobil (carport) sepanjang 4,5 m di bagian muka untuk menampung sebuah mobil Toyota Kijang Inova. Bagian hidung mobil disiasati masuk setengah meter ke ruang bawah bangunan yang menjorok keluar. Di balik itu terdapat meja dapur yang dirancang secara kantilever dan kabinet gantung di atasnya. Konstruksi kantilever bertujuan memaksimalkan luas ruang dalam dan area carport.

Setelah dapur, ruang yang ditemui di lantai bawah adalah ruang makan dengan meja dan kursi yang fleksibel dipindah-pindah. Di sebelahnya tersedia kamar mandi kecil (powder room) yang memanfaatkan area bawah tangga. Sisa ruang ke arah belakang difungsikan untuk ruang keluarga dan menonton televisi. Di ujung lantai bawah disisakan ruang terbuka dengan kolam air dangkal untuk mengalirkan udara sejuk ke dalam ruangan. Untuk mengoptimalkan pencahayaan alami pada siang hari juga digunakan skylight.

Kebutuhan ruang di lantai dua dipenuhi dengan sebuah kamar tidur utama, sebuah kamar anak, satu kamar mandi luas, serta area servis berupa ruang jemur dan setrika. Arsitek kembali berkreasi memanfaatkan area terbuka di atas sebagai ruang jemur tambahan dengan tali yang bisa ditarik-ulur.

Dinding furnitur

Satu hal yang mendukung terciptanya kualitas ruang yang lapang di rumah ini adalah furnitur tanam (built in) yang didesain sebagai dinding pembatas. Penggunaan furnitur yang bisa berfungsi ganda sebagai tempat penyimpanan lebih menghemat tempat dibandingkan dinding bata setebal 15 cm.

Terlihat penerapannya di lantai bawah pada rangkaian furnitur kabinet atas-bawah, rak televisi, tempat lemari pendingin dan meja makan lipat yang sekaligus berfungsi menjadi dinding pembatas tangga. Desain tangga juga ditujukan sebagai lemari penyimpanan. Anak tangga dirancang menjadi lacilaci yang bisa dibuka-tutup.

Sedangkan untuk mengoptimalkan luasan ruang di lantai atas, dinding kamar mandi disubstitusi dengan material kaca setebal 1,2 cm pada dua sisi. Pemakaian dinding kaca mampu menghemat ruang sebesar 13,8 cm jika dibandingkan dinding bata berukuran 15 cm. “Pada lahan terbatas, sisa ruang hampir sebesar 28 cm di kedua sisi itu efektif digunakan untuk mengoptimalkan ruang lain,” jelas Sontang.

Selain itu untuk sekat pembatas pada kamar anak dipilih material papan kayu dengan ketebalan 4 cm. Pembatas ruangan pada kamar tidur utama digunakan lemari pakaian yang terintegrasi dengan rak televisi.

Hemat

Rumah yang didesain tahun 2007 dan baru dibangun tahun 2009 ini menghabiskan dana sekitar Rp150 juta. Proses pembangunan diselesaikan dalam 4,5 bulan. Biaya konstruksi ditekan melalui pemakaian bahan bangunan dengan harga terjangkau dan furnitur yang dirancang tanpa polesan sempurna (unfinished).

Bahan penutup atap misalnya, terbuat dari asbes yang mudah didapat dan cepat pemasangannya. Untuk mengatasi temperatur yang cenderung panas di bawah atap, di bagian atas depan dan samping bangunan dibuat dua lubang hawa. Lubang berfungsi memasukkan udara luar ke dalam ruang antara atap dan plafon agar suhunya rendah (turun).

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments