Friday, March 1, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPerluas Pasar Global, Industri Furnitur Disertifikasi - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Perluas Pasar Global, Industri Furnitur Disertifikasi – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Pameran International Furniture & Craft Fair Indonesia (Iffina) 2015 di Parkir Timur Senayan, Jakarta,  yang dibuka 14 Maret lalu hari ini, Selasa (17/3), berakhir. Saat penutupan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) memberikan sertipikat verifikasi legalitas kayu (SVLK) secara simbolis kepada empat perusahaan mebel mewakili 53 perusahaan mebel yang telah memenuhi syarat SVLK.

Pameran International Furniture & Craft Fair Indonesia (Iffina) 2015

Pameran International Furniture & Craft Fair Indonesia (Iffina) 2015

SVLK adalah kebijakan pemerintah yang secara wajib mengatur para pelaku industri kehutanan agar menerapkan konsep penerapan hutan berkelanjutan. Penyerahan sertifikat SVLK untuk mendukung upaya ekspor kayu legal dari Indonesia serta perdagangan kayu legal di dalam negeri.

“SVLK adalah upaya soft approach pemerintah untuk menanggulangi illegal logging sekaligus memperbaiki tata kelola kehutanan di Indonesia. SVLK ini bersifat wajib dan merupakan komitmen nasional untuk menunjukan sistem kita kredibel,” ujar Dwi Sudharto, Direktur Bina Usaha Kehutanan Kementerian LHK, di acara penutupan Iffina, Selasa (17/3).

Sertifikasi ini sekaligus untuk menjawab tren perdagangan kayu internasional yang mewajibkan eksportir kayu dan produk kayu memiliki bukti legalitas kayu. Negara-negara lain sudah memiliki bukti legalitas kayu seperti Amandemen Lacey Act di Amerika, EU Timber Regulation di Uni Eropa, Illegal Logging Prohibition Act di Australia, maupun di Jepang dengan Green Konyuho.

Dengan bersertifikasi SVLK, lanjut Dwi, para eksportir kayu dan produk kayu Indonesia dapat memperluas akses pasarnya dengan membuktikan bahwa produknya bukan berasal dari pembalakan liar. “Salah satu wujudnya adalah lancarnya negosiasi kita dengan Uni Eropa maupun Australia.  Nilai ekspor kita juga meningkat 3,75 persen,” lanjutnya.

Pemerintah juga akan terus mendorong dan memfasilitasi kegiatan pelaksanaan sertifikasi ini termasuk program pendampingan dan persiapan sertifikasinya. Untuk pembiayaan pendampingan dan sertifikasi tersebut akan ditanggung oleh pemerintah melalui Kementerian LHK, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, maupun lembaga donor lainnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments