Friday, March 1, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPenjualan Rumah Subsidi Tidak Terpengaruh Krisis Ekonomi - Housing-Estate.com - Portal Berita...

Penjualan Rumah Subsidi Tidak Terpengaruh Krisis Ekonomi – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Program sejuta rumah benar-benar menjadi berkah bagi pengembang di saat perekonomian lesu. Selain banyak yang membutuhkan, dukungan yang diberikan pemerintah  membuat pasar lebih bergairah. Menurut Abdul Hamid, CEO PT Mida Karya Abadi Land (Mika Land), pengembang Savana Residence (25 ha) di Tigaraksa, Tangerang, Banten, sejak program sejuta rumah digulirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masyarakat menjadi lebih  mengetahui.

pembangunan rumah murah subsidi

Ilustrasi

“Sekarang banyak masyarakat yang sudah paham dan menanyakan rumah subsidi kepada kami karena kemudahannya cukup banyak mulai dari pembebasan PPN, subsidi bunga, tenor panjang, dan uang muka yang sangat rendah. Boleh dibilang, menjual rumah subsidi kami tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi,” ujarnya kepada pers di Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (8/10).

Savana Residence adalah perumahan sederhana yang dikembangkan Mika Land dalam empat tahap. Tahap pertama dan kedua masing-masing sebanyak 100 dan 500 unit sudah terjual semua. Tipe 30/60 dibandrol Rp120 juta. Pengembang saat ini mulai melakukan pembangunan. Keberhasilan dua tahap sebelumnya disusul dengan pemasaran tahap tiga sebanyak 300 unit yang terjual habis dalam waktu satu bulan.

“Kami sudah mengembangkan 10 ha, di tahap keempat kami akan meluncurkan rumah komersial tipe 36/72 seharga Rp260 juta, sekarang sudah terpesan 60 unit. Kami masih bisa mengembangkan proyek ini hingga 50 ha,” imbuhnya.

Karena pasarnya sangat terbuka lebar Mika Land akan terus mengembangkan rumah sederhana di lokasi-lokasi lain. Abdul mengaku sedang mencari lahan untuk tujuan itu.  Karena permintaannya banyak, menurut Vice President Branch Manager Bank BTN Kantor Cabang Tangerang, Sahat Sihombing, pemasaran rumah subsidi tidak memerlukan promosi. Konsumen akan datang sendiri.

Sahat menyebutkan kawasan Tigaraksa, Rajeg, dan Balaraja merupakan kantong pengembangan rumah bersubsidi di Tangerang. Menurut Sahat, ada 100-an pengembang yang dibiayai BTN di mana 50 persennya merupakan pengembang rumah subsidi. “Hingga September 2015 kami sudah menyalurkan KPR untuk 5.900 unit rumah  subsidi senilai Rp1,2 triliun. Target kami di Tangerang sebesar Rp1,7 triliun. Jadi krisis memang tidak berpengaruh terhadap rumah subsidi,” imbuhnya. Yudis

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments