Saturday, July 13, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPemerintah Galakkan Revitalisasi Rumah Tidak Layak Huni - Housing-Estate.com - Portal Berita...

Pemerintah Galakkan Revitalisasi Rumah Tidak Layak Huni – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Selain program subsidi bunga KPR melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan bantuan uang muka, pemerintah juga punya program revitalisasi rumah yang tidak layak huni melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini sempat digalakkan pada era Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan sekarang akan dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).

“Tahun 2015 ini Kemenpupera akan melanjutkan program BSPS untuk membantu masyarakat tidak mampu merenovasi rumahnya sehingga lebih layak huni. Jadi program ini untuk membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia,” ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kemenpupera Syarif Burhanuddin di acara Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan BSPS di Kantor Kemenpura, Kamis (26/3).

Kampung deret: bentuk revitalisasi rumah tidak layak huni.

Kampung deret: bentuk revitalisasi rumah tidak layak huni.

Pemerintah, lanjut Syarif, menargetkan pembangunan rumah baru sebanyak 2,2 juta unit dan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni sebanyak 1,5 juta unit untuk tahun 2015-2019. Berdasarkan angka kekurangan rumah (backlog) yang mencapai 13,5 juta, sebanyak 3,4 juta merupakan rumah tidak layak huni sementara kebutuhan rumah untuk keluarga baru di Indonesia mencapai 800 ribu unit rumah per tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah yang sangat besar itu kebutuhan dananya tidak akan tercukupi apabila hanya mengandalkan APBN. Untuk itu pemerintah mengajak peran aktif pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat dengan terlibat aktif dalam program bedah rumah.

Bedah rumah akan dijadikan program unggulan selain program bantuan lainnya seperti FLPP maupun bantuan uang muka. “Selama lima tahun terakhir, jumlah rumah yang dibantu melalui program BSPS mencapai angka 600 tibu unit. Program ini bukan bantuan sosial tetapi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan stimulan serta mendorong pemda ikut peduli terhadap program perumahan masyarakat. Besaran bantuan yang diberikan bervariasi antara Rp7,5 juta hingga Rp15 juta per unit tergantung kondisi rumah yang akan diperbaiki,” imbuh Syarif.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments