Friday, July 19, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPemerintah Diminta Mengunci Harga Tanah Untuk Rumah Subsidi

Pemerintah Diminta Mengunci Harga Tanah Untuk Rumah Subsidi

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah dinilai kurang optimal untuk mewujudkan pembangunan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Harga rumahnya dibatasi Rp125 – 165 juta per unit tapi harga tanahnya dibiarkan bergerak sesuai mekanisme pasar. Hal ini membuat sulit kalangan pengembang membangun rumah bersubsidi. Di lain pihak mereka dituntut membangun hunian berimbang 1:2:3 sesuai ketentuan dalam Undang-undang Perumahan dan Permukiman. Dalam beleid itu setiap pembangunan satu rumah mewah harus diikuti dua rumah menengah dan tiga  rumah sederhana.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Banten, Soelaeman Soemawinata, pemerintah seharusnya menjalankan dua agenda dalam pembangunan rumah murah. Yaitu membangun infrastruktur dan mengunci harga lahan di kawasan yang dialokasikan untuk rumah murah. “Itu bisa ditetapkan dalam masterplan kawasan, dengan mengunci harga spekulan tidak bisa bermain,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (6/9).

Pemerintah juga diimbau untuk menutup dulu tata ruang yang akan ditetapkan. Sebab, kalau terburu-buru dibuka ke publik dikhawatirkan akan mengundang spekulan tanah bermain. Mereka akan memborong tanah dan menjual dengan harga mahal. “Tetapkan saja di mana lokasi lahannya,  kita bersedia dengan kebijakan itu.  Kebijakan itu  memudahkan kita untuk melakukan proyeksi harga dan bisnis. Lihat Serpong, semua bebas dan sekarang mana bisa dibangun properti murah di sana,” imbuhnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments