Thursday, June 13, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPemda Masih Abai Dengan UU Bangunan Gedung - Housing-Estate.com - Portal Berita...

Pemda Masih Abai Dengan UU Bangunan Gedung – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) memberikan penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota yang  mengimplementasikan peraturan daerah (perda) tentang bangunan gedung (BG). Ada lima pemkab/pemkot yang diberi penghargaan, yaitu Banjarmasin, Banjarbaru, Bandung, Gresik, dan Merauke.

Gedung di Jl Merdeka Bandung

Gedung di Jl Merdeka Bandung

Menurut Direktur Bidang Penataan Bangunan (BPB) Dirjen Cipta Karya Kemenpupera Adjar Prajudi, sejak diundangkannya UU No. 28 Tahun 2002 13 tahun lalu tentang bangunan gedung, tidak semua pemkab/pemkot  memiliki perda bangunan gedung. Ada 500-an kabupaten/kota dan tidak semuanya  concern untuk segera menerbitkan Perda BG.

“Penghargaan ini diberikan untuk merangsang daerah lain segera menerbitkan Perda BG karena ini amanat UU. Perda BG  juga untuk mengimplementasikan izin mendirikan bangunan (IMB) hingga sertifikat laik fungsi (SLF) sebagai instrumen pengendalian pembangunan gedung di suatu daerah,” ujarnya padat Rapat Konsolidasi Akhir Implementasi Perda BG di Jakarta, Jumat (25/11).

Dari hasil pendampingan dan pengawasan Kemenpupera dari 71 kabupaten/kota yang didampingi, baru 17 kabupaten/kota yang menerbitkan perwal/perbup implementasi Perda BG, 11 kabupaten/kota telah menerbitkan SK Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG), 18 kabupaten/kota telah menerbitkan SK Pengkaji Teknis, dan 58 kabupaten/kota telah melakukan pendataan bangunan gedung.

Kegiatan pendampingan ini dilakukan untuk percepatan implementasi Perda BG sehingga beberapa kebutuhan substansial dalam rangka penyelenggaraan bangunan gedung yang tertib, andal, serasi, dan selaras dengan lingkungan. Hal-hal pokok ini harus terwujud dengan pengaturan yang lebih operasional sebagai tindak lanjut amanat Perda BG.  “Perda BG dan turunannya implementasi IMB dan SLF ini sebagai instrumen untuk pengendalian pembangunan gedung sehingga pemenuhan persyaratan teknis bisa tercapai,” pungkas Adjar.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments