Saturday, July 13, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPasok  Kantor di CBD Tembus 5 Juta M2 - Housing-Estate.com - Portal...

Pasok  Kantor di CBD Tembus 5 Juta M2 – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Pasok ruang perkantoran di pusat bisnis (Central Business District/CBD) Jakarta melimpah. Pada kuartal III tahun 2016 tembus 5,48 juta m2. Hingga 2019 akan ada tambahan pasokan sebanyak 2 jutaan m2. Pasok terbanyak di koridor Jl Jend Sudirman, rata-rata luas ruang perkantoran 100 ribu m2. Suplai tersebut berasal dari renovasi gedung-gedung lama karena pengembang sulit mencari lahan kosong untuk dibangun gedung baru.

gedung perkantoran sudirman the plaza jakarta

Tambahan pasok juga terjadi di kawasan non-CBD seperti di koridor bisnis TB Simatupang, Jakarta Selatan. Di koridor yang dilalui jalan tol JORR Ulujami-Cikunir itu suplainya saat ini di atas 833 ribu m2. Di Jl TB Simatupang gedung yang akan selesai dibangun pada 2019 sebanyak 755 ribu m2. “Hanya 40 ribuan m2 yang masih planning meskipun izin membangunnya sudah keluar,” jelas Ferry Salanto Associate Director Research Colliers International Indonesia, kepada housing-estate.com di Jakarta, pekan lalu (4/10).

Tambahan pasok itu membuat tingkat hunian (okupansi) terus merosot. Perkantoran di CBD okupansinya 85 persen, sementara di TB Simatupang 80 persen. “Bahkan ada gedung baru yang sudah beroperasi di CBD hanya terisi 10 persen. Untuk mengisi sisanya diperlukan effort besar dan makro ekonomi yang menunjang,” imuhnya.

Merosotnya okupansi dan beroperasinya perkantoran baru membuat penyewa punya posisi tawar lebih baik. Saat ini tarif sewa di CBD berkisar Rp300 – 900 ribu/m2/bulan, sedangkan di luar CBD Rp260 ribuan/m2/bulan. Saat ini terjadi  tenant market situation dimana penyewa  punya banyak pilihan yang berakibat pada tarif sewa yang lebih kompetitif.  “Penyewa mempunyai bargaining power lebih tinggi, mereka tidak segan-segan untuk relokasi ke gedung baru karena kualitasnya lebih baik dan harganya rasional,” ujar Ferry.

Ferry menyebutkan pemilik gedung dalam menyikapi soal tarif berpikir lebih rasional. Mereka mau memberi harga lebih terjangkau dengan tujuan penyewanya tetap  bertahan atau ada penyewa baru masuk. Saat ini dari 800 ribuan m2 ruang perkantoran di CBD baru 186 ribuan m2 (25%) yang sudah ada komitmen sewa (level commitment). Selebihnya sekitar 600 ribuan m2 belum ada.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments