Friday, March 1, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPameran Properti Buat Program Sejuta Rumah Lebih Bergairah - Housing-Estate.com - Portal...

Pameran Properti Buat Program Sejuta Rumah Lebih Bergairah – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Bank BTN kembali menyelenggarakan pameran properti di Jakarta Convention Center yang akan berlangsung selama satu minggu penuh mulai15-23 Agustus 2015. Ajang pameran BTN Property Expo 2015 ini juga dipuji oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono disela-sela pameran BTN Property Expo

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono disela-sela pameran BTN Property Expo

Menurut Basuki, pameran properti, terlebih yang banyak menampilkan rumah-rumah rakyat sebagaimana yang menjadi fokus pembiayaan Bank BTN, akan semakin menggairahkan dan menyukseskan program sejuta rumah yang sudah dicanangkan pemerintah.

“Jadi saya mengucapkan terima kasihi kepada Bank BTN dan kalangan pengembang yang terlibat di acara pameran ini. Pemerintah hanya mampu menyuplai sekitar 10 persen dari program sejuta rumah sehingga porsi terbesarnya memang harus dilakukan kalangan pengembang. Makanya penyelenggaraan pameran seperti ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong semua pihak lebih bergairah dalam menyediakan hunian rumah murah. Masyarakat juga bisa lebih nyaman mencari rumah idamannya di ajang pameran seperti ini,” ujarnya saat membuka BTN Property Expo, Sabtu (15/8).

Selama ini isu strategis di seputar perumahan khususnya untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), jelas Basuki, untuk mengatasi kesenjangan antara kebutuhan dan penyediaan perumahan (backlog) yang mencapai belasan juta unit. Selain itu masih ada persoalan rumah yang tidak layak huni sebesar 3,4 juta unit dan juga mengatasi pemukiman kumuh seluas 38.431 ha.

“Ini semua sangat terkait dengan pendanaan dan anggaran pemerintah sangat tidak memadai untuk menyelesaikan permasalahan pemukiman yang ada. Makanya peran perbankan seperti Bank BTN yang fokus di pembiayaan KPR rumah murah menjadi sangat penting untuk mengurangi permasalahan hunian selama ini,” imbuhnya.

Basuki juga mengingatkan mengenai amanat UU No. 1 Tahun 2011 mengenai pola pembangunan hunian berimbang dengan pola pembangunan satu rumah murah diikuti dua rumah menengah dan tiga rumah sederhana. Juga UU No. 20 Tahun 2011 mengenai kewajiban menyediakan 20 persen hunian untuk MBR untuk setiap pembangunan apartemen.

“Saya mengajak kalangan pengembang, khususnya pengembang besar untuk melaksanakan aturan ini sehingga pembangunan yang dilakukan bisa lebih seimbang. Dengan pola ini juga pasokan rumah sederhana secara bertahap dapat dipenuhi. Kami sendiri di kementerian memiliki target untuk membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sebanyak 550 ribu unit, rumah khusus 50 ribu unit, bantuan rumah swadaya 250 ribu unit, bantuan kualitas perumahan 1,5 juta unit, selain FLPP untuk 900 ribu unit dan KPR swadaya 450 ribu unit,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments