Tuesday, June 18, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedNegara Terlambat Bentuk Bank Tanah

Negara Terlambat Bentuk Bank Tanah

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyatakan, negara sangat terlambat membentuk bank tanah (landbank). Keterlambatan ini berdampak buruk dan menghambat program pembangunan. Pembangunan proyek infrastruktur, kawasan industri, dan perumahan kerap terhambat karena negara tidak punya land bank mencukupi. Setiap kali akan mengembangkan proyek harus melakukan pembebasan lahan yang cukup mahal dan memakan waktu.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil

“Kita ini sudah sangat terlambat dan sudah terlalu lama negara sebesar ini tidak memiliki land bank. Kalau ada land bank pembangunan bisa kita lakukan lebih cepat, makanya land bank ini sedang kita kebut,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (14/12).

Sofyan memaparkan lahan menjadi kebutuhan mutlak untuk membangun jalan tol, bandara, pelabuhan, perumahan, dan fasilitas umum lainnya. Selain pembentukan land bank yang menjadi program prioritas Kementerian ATR/BPN adalah percepatan sertifikasi. Hingga tahun 2025 seluruh lahan di Indonesia harus sudah bersertipikat. Untuk itu Kementerian ATR/BPN akan mendata tanah-tanah terlantar  dan tanah-tanah yang haknya telah diberikan oleh negara namun tidak dimanfaatkan dengan optimal untuk dijadika land bank.

“Kita mulai sekarang melakukan program percepatan, kalau negara sudah punya land bank proses pembangunan akan lebih lancar karena negara bisa mengontrol harga tanah.  Targetnya awal tahun depan aturan teknisnya sudah keluar,” tandasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments