Tuesday, July 16, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedMillennials, Kamu Bisa Patungan Beli Apartemen! - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Millennials, Kamu Bisa Patungan Beli Apartemen! – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Generasi langgas (bebas) atau milenial kerap diklaim sebagai generasi yang tidak mudah dipahami. Tumbuh besar di zaman berkembang pesatnya teknologi informasi, mereka adalah generasi C yang selalu connected dan karena itu punya begitu banyak pilihan dan kesempatan dalam semua hal. Karena itu mereka juga disebut generasi yang suka-suka memilih apa yang mereka senangi.

Show unit apartemen Skandinavia tipe satu kamar tidur 36 m2 yang didesain ringan dan dengan dominasi warna putih. (Foto: Andrian Saputri/HousingEstate).

Show unit apartemen Skandinavia tipe satu kamar tidur 36 m2 yang didesain ringan dan dengan dominasi warna putih. (Foto: Andrian Saputri/HousingEstate).

Belakangan ini mereka kerap menjadi topik diskusi di berbagai bidang, termasuk properti. Mereka dianggap tidak terlalu mementingkan punya rumah. “Fokusnya kerja, dapat duit, jalan-jalan. Mereka nggak mau hidup konvensional sekolah, kerja, menikah, lalu beli rumah. Sebagian dari mereka menganggap beli rumah itu berat, karena harus menghutang belasan hingga puluhan tahun ke bank,” kata Norman Eka Saputra, Direktur PT Pancakarya Griyatama, pengembang apartemen Skandinavia (1,8 ha) di kawasan superblok TangCity (10,9 ha), Cikokol, Kota Tangerang, Banten, kepada housing-estate.com usai peluncuran apartemen itu secara resmi akhir pekan lalu.

Padahal, pasar makin didominasi oleh kaum yang lahir sejak awal 1980-an sampai menjelang tahun 2000 (milenium) itu. Karena itu untuk merespon perubahan pasar dan perilakunya itu, Norman menawarkan program co-ownership yang memungkinkan satu unit apartemen bisa dibeli 2-3 orang. Jadi, kaum muda yang penghasilannya masih terbatas dan lebih banyak digunakan untuk jalan-jalan dan kongkow itu tetap bisa membeli hunian sendiri.

“Mereka bisa urunan beli rumah sendiri. Kami batasi satu unit maksimal bisa dibeli tiga orang supaya mereka gampang ambil keputusan saat voting,” ungkapnya.

Saat bayar uang tanda jadi (booking fee), dalam surat konfirmasi Pesanan, Penegasan dan Persetujuan Pemesanan Unit (P3U) tertera ketiga nama pembeli unit. Begitu pula dalam sertifikat strata title (hak milik atas satuan rumah susun)-nya. Sementara NPWP cukup diwakili salah satu pembeli.

Pembagian aset propertinya bisa disesuaikan dengan kesepakatan mereka. “Hal itu bisa dibicarakan di awal sesuai besaran modal yang ditanamkan. Kalau modal sama rata, ya hasilnya dibagi rata,” terang Norman.

Skema pembelian ini tidak hanya untuk anak muda, tapi bisa siapa saja. Ia mencontohkan, jika membeli sendiri tipe studio 36 m2 seharga Rp580 juta, booking fee-nya Rp20 juta, sisanya diangsur Rp14 juta per bulan selama 60 bulan ke rekening developer.

“Kalau patungan tiga orang, booking fee nggak sampai Rp6 juta per orang, angsuran di bawah Rp5 juta per bulan per orang. Ini jelas sangat membantu,” kata anak pengusaha properti Amin Supriyadi, bos PT Galuh Citarum yang mengembangkan perumahan terpadu Galuh Mas (180 ha) di Karawang Barat, Jawa Barat, ini.

Sejak dipasarkan Agustus lalu, apartemen Skandinavia yang berisi 1.004 unit hunian tipe 1-3 kamar tidur berukuran 36-112 m2 seharga Rp16,5 juta/m2 itu, diklaim sudah terpesan 600 unit. Enam unit di antaranya dipesan dengan skema co-ownership itu.

“Mereka tiga anak muda usia 20 tahun, mahasiswa sekaligus pemilik start up (usaha rintisan). Mereka tertarik dengan skema itu karena sadar harga properti makin tinggi. Apartemen kami Tree Park City di Jalan Thamrin, Kota Tangerang, tidak jauh dari TangCity, juga laku 15 unit pakai skema yang sama. Cicilannya di atas Rp7 juta per bulan. Dengan dibeli bertiga, angsurannya cuma Rp2 jutaan per orang per bulan. Sangat ringan,” pungkas Norman.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments