Friday, March 1, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedMencari Solusi Bangunan Masa Depan Bersama Atap Jakarta - Housing-Estate.com - Portal...

Mencari Solusi Bangunan Masa Depan Bersama Atap Jakarta – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Tiga orang pembicara (ki-ka) Masataka Baba, Gunawan Tjahjono, Maria Rosantina

Tiga orang pembicara
(ki-ka) Masataka Baba, Gunawan Tjahjono, Maria Rosantina

Housing-Estate.com, Jakarta – Sebuah lembaga bernama Atap Jakarta yang merupakan proyek kerjasama tiga lembaga;  Universitas Indonesia (UI), Research Institute for Humanity and Nature (Jepang), dan  The University of Tokyo (Jepang), didirikan dengan fokus untuk mencari kemungkinan hunian atau rumah tinggal masa depan di Jakarta melalui rangkaian acara diskusi yang sudah dilakukan sejak Mei 2013 lalu.

Yang melatarbelakangi  didirikannya Atap Jakarta  karena Jakarta telah tumbuh menjadi mega city dengan perkembangan ekonomi dan penduduknya yang pesat. Sebagai kota yang terus tumbuh, Jakarta juga mengalami sejumlah masalah seperti sampah, banjir, polusi, kemacetan, kesenjangan sosial, dan  lain-lain.

Untuk itu diambil contoh kota yang pengelolaannya  sudah lebih baik seperti Tokyo. Di ibu kota Negeri matahari terbit ini sejak tahun 1960 telah melewati pertumbuhan ekonomi yang cepat dengan aneka permasalahannya. Saat ini Jepang sudah memiliki solusi untuk permasalahan kotanya dan bisa mencapai taraf kehidupan yang sangat makmur.

Atap Jakarta secara berkala telah melakukan rangkaian seminar bertemakan compact, energy, community & public, mobility, renovation, dan exterior-interior. Seminar kelima bertemakan renovation berlangsung 18 Januari 2014 di Jakarta. Sementara untuk seminar berikutnya  tentang  exterior-interior akan digelar pada bulan Maret-April 2014.

Dalam diskusi renovation kali ini menitik-beratkan pada masalah renovasi dan hubungannya dengan rumah tinggal untuk dipergunakan di masa depan.  Pembicaranya adalah  Maria Rosantina, Arsitek D-Associates (Jakarta), Gunawan Tjahjono, Arsitek dan Profesor dari UI, dan Masataka Baba, Arsitek OpenA Ltd (Jepang) yang juga pemilik website RealTokyoEstate. Setelah acara ini akan ada lanjutan diskusi dengan tema yang sama pada 15 Februari 2014.

Menurut Maria, baik mendesain baru maupun merenovasi memiliki tantangan masing-masing. Di proyek renovasi, arsitek bekerja dalam kerangka  bangunan baru hasil renovasi  bisa mempertahankan jiwa lama dari bangunan, atau memberi  jiwa baru pada bangunan lama.

Ia memberikan contoh proyek renovasi rumah tua di Menteng, Jakarta Pusat, yang termasuk bangunan cagar budaya. “Di situlah arsitek berperan untuk memberi saran tujuan renovasi yang lebih baik dengan menerjemahkan regulasi dalam desain dengan baik pula,” katanya.

Ahmad Djuhara menyoroti renovasi dari isu green untuk membuat bangunan baru dengan merobohkan bangunan lama yang lebih besar biayanya dari sekadar merenovasi rumah. “Renovasi bisa menjadi cara atau alternatif, jadi orang tidak perlu selalu membangun bangunan baru,” ujarnya.

Renovasi ruang apartemen

Renovasi ruang apartemen

Sementara Gunawan menganggap renovasi adalah sebuah pertautan antara mimpi dan kebutuhan dikaitkan dengan kebutuhan seseorang ketika merenovasi. Ia menyebut contoh kecil mengganti warna dinding untuk membuat suasana menjadi lebih cerah. “Kadang renovasi tidak selalu melakukan perubahan fisik tapi  bisa juga mengubah mindset seseorang,  tergantung tujuan renovasinya. Apakah ingin memenuhi  mimpinya atau merenovasi karena untuk dijual sehingga masuk ke unsur kebutuhan,” katanya.

Gudang direnovasi menjadi ruang kerja dalam kubikal massa bangunan transparan

Gudang direnovasi menjadi ruang kerja dalam kubikal massa bangunan transparan

Ruang kerja di luar gudang

Ruang kerja di luar gudang

Kamar mandi terbuka di rooftop

Kamar mandi terbuka di rooftop

Lebih jauh lagi menurut Baba, untuk merenovasi tidak cukup dengan menjadi arsitek tapi harus menyinergikan antara arsitek, real estat ,dan media khususnya website. Ia membuktikan dengan mengelola website miliknya dan sebuah situs mengenai bahan bangunan, dapat merenovasi ruang apartemen maupun kantor menjadi gudang-gudang komersial.

“Harga sewa bangunan renovasi kadang jadi lebih mahal dibandingkan bangunan baru. Jadi renovasi itu bukan hanya fisik tapi semua bisa berubah termasuk cara hidup,” tegasnya. Untuk itu arsitek sangat perlu  mencari potensi apa yang lebih baik, dibangun baru atau cukup direnovasi.

Atap Jakarta beranggotakan para arsitek senior  dari Jepang dan Indonesia. Anggota komite dari Jepang diantaranya adalah Muramatsu Shin (Professor/Research Institute for Humanity and Nature, Tsuchiya Sadao (Coordinator House Vision), Yamao Kazuma (Architect Gingrich), Hayashi Kengo (Project Researcher Institute for Humanity and Nature), Takahasi Yoshihisa (Journalist The Daily Jakarta Shimbun, dan Kamiya Akihiro (Masters Student The University of Tokyo).

Sedangkan  anggota dari Indonesia  terdiri dari Ahmad Dhuhara (Djuhara+Djuhara), Erawani Ellise (Pengajar UI), Mohammad Nanda (Pengajar UI), Enira Arvanda (Pengajar UI), Sigit Kusumawijaya (Architect Urban Designer), Danny Wicaksono (Architec Studio Dasar/Jong Arsitek), Wendy Djuhara (Djuhara+Djuhara), Francis Surjasaputra (Interior Designer PT Axon Sembilan Puluh), dan Lim Masulin (Interior Designer Lost Found Object). Dyah/Yudis

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments