Tuesday, July 16, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedMelindungi Bangunan dari Petir

Melindungi Bangunan dari Petir

Petir bisa dinetralisir agar tidak mencelakakan bangunan dan manusia.

Housing-Estate.com, Jakarta – Petir adalah fenomena alam yang lazim. Yang menjadi persoalan, seiring perubahan cuaca yang kian tak menentu akhir-akhir ini, frekwensi petir juga meningkat seperti halnya angin kencang. Sudah banyak kasus bangunan dan orang disambar petir. Wajar kalau orang kecut melihat petir.

petir

Menurut Untung Haryanto, peneliti modifikasi cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), petir adalah proses pelepasan listrik yang tercipta dari gesekan antar-awan. Sebab itu petir selalu didahului cahaya kilat. Energi itu dilepaskan saat udara antara awan dan bumi bersifat konduktor (menghantarkan listrik) seperti waktu hujan.

“Makin lembab udara, makin konduktor sifatnya,” katanya. Bogor yang merupakan daerah dengan curah hujan tinggi, misalnya, udaranya sangat konduktor sehingga sering menerima sambaran petir. “Tapi, petir tetap bisa menyambar kendati sifat udara kurang konduktor, karena misalnya muatan (listrik di awan)-nya sudah terlalu besar,” lanjutnya.

Arus listrik yang dilepaskan petir sangat besar dalam tempo amat singkat. Cukup untuk menyalakan 10.000 lampu berdaya @100 watt. Meskipun singkat, efek sambarannya bisa sangat berbahaya. “Efek yang ditakuti adalah kebakaran, kehancuran konstruksi, kerusakan piranti elektronik, sampai hilangnya nyawa,” ujar Satya Pribadi, Dirut PT Denata Persada, sebuah perusahaan jasa lightning protection di Jakarta.

Streamer dan Grounding

Petir menyambar semua obyek yang memiliki medan listrik (streamer) seperti manusia, pohon, dan bangunan yang berada di ketinggian. Yang paling potensial disambar adalah obyek dengan streamer atau sifat konduktor paling kuat. Jadi, benda di posisi lebih rendah pun bisa tersambar bila medan listriknya saat itu lebih kuat dibanding obyek lain di sekitarnya.

Itu sebabnya orang memasang lightning protection pada bangunan tinggi, juga rumah tinggal bertingkat, untuk menetralisir petir. Bentuk pelindung petir itu berupa panel logam solid bulat dengan ujung lancip. Panel dipasang di puncak atap disambung kabel tembaga yang direntang dan ditancapkan hingga ke dalam tanah (grounding) untuk mengalirkan arus listrik.

Kendati masih diperdebatkan, ujung logam yang lancip dinilai memberikan efek streamer paling kuat sehingga petir akan menyambar ke sana, bukan ke area lain. Muatan listriknya dialirkan melalui kabel tembaga dan dinetralisir di dalam tanah. Kedalaman grounding bisa belasan meter tergantung kondisi tanah. Yang jelas ujung kabel tembaga harus mencapai tanah yang lembab atau berair. Bisa juga kabel ditumpangkan pada jalur pipa sumur pompa, sehingga cukup direntang dari atap hingga pipa terdekat. “Tapi, ini hanya bisa kalau kita pakai pipa besi,” kata Untung.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments