Friday, March 1, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedLocal Wisdom Untuk Pengembangan Kota

Local Wisdom Untuk Pengembangan Kota

Housing-Estate.com, Jakarta – Menjelang Sidang Habitat III yang akan berlangsung di Quito, Ekuador, pada 17-20 Oktober 2016 yang akan membahas agenda dan kebijakan nasional perkotaan (new urban agenda/NUA), Indonesia merumuskan kearifan lokal (local wisdom) harus diterapkan pada pengembangan perkotaan yang baik. Hal ini untuk mewujudkan perumahan dan pembangunan perkotaan yang lebih berkelanjutan (sustainability city).

Kampung Deret Petogagan

Kampung Deret Petogagan

Menurut Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Lana Winayati, saat ini kota-kota di Indonesia banyak yang kehilangan ciri maupun identitas kotanya. “Keragaman harus terus dipelihara dan kita harus memasukan konteks kelokalan sebuah kota jangan sampai hilang, makanya local wisdom harus dijadikan patokan juga dalam pengembangan sebuah kota,” ujarnya saat diskusi NUA di Sanur, Bali, pekan ini.

Penerapan local wisdom ini di banyak perkotaan yang sudah sukses di dunia terbukti bisa menjadi keberhasilan dalam pengembangan dan pembangunan sebuah daerah. Salah satu penerapannya ketika kita membangun rekonstruksi pasca bencana di Aceh maupun Yogyakarta yang banyak dipuji masyarakat dunia karena tidak menghilangkan local wisdom-nya.

Contoh lainnya di Surabaya dengan program one village one product yang juga dinamakan Kampung Improvement. Pengembangan kawasannya dengan mendasari apa potensi terbesar dari kawasan tersebut seperti juga yang diterapkan di banyak wilayah di Bali. Karena itu kebijakan nasional yang sudah diprogramkan harus di-breakdown dengan rencana mendetil terkait dengan isu lokal, potensi, maupun budaya di setiap daerah masing-masing.

“Jadi pembangunan perkotaan tidak hanya fisik tapi bagaimana sebuah transformasi budaya bisa diikutkan tanpa perlu terjadi distorsi budaya terkait maraknya pembangunan. Aspek-aspek budaya ini bisa terus kita kembangkan untuk mengakomodir pertumbuhan kota termasuk permasalahan yang banyak terjadi akibat dari tingginya urbanisasi,” pungkas Lana.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments