Monday, July 15, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedKuartal 1 2016 Terlewati, Sektor Properti Masih Lesu - Housing-Estate.com - Portal...

Kuartal 1 2016 Terlewati, Sektor Properti Masih Lesu – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Hingga melewati triwulan pertama tahun 2016, ternyata indutri properti belum mengalami pertumbuhan sebagaimana yang diharapkan berbagai kalangan. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, pada triwulan pertama tahun 2016 malah terjadi penurunan hingga 23 persen, dibandingkan periode triwulan sebelumnya atau akhir tahun 2015.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Secara nilai penjualan hanya sekitar Rp1,25 triliun, nilai ini juga lebih rendah 54 persen dibandingkan nilai penjualan pada triwulan sebelumnya. Ini artinya segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintah maupun tren penurunan suku bunga belum bisa mendorong kenaikan sektor properti,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (2/6).

BI Rate yang saat ini nilainya sudah cukup rendah berada di kisaran 6,75 persen, belum bisa menjadi pendorong masyarakat membeli properti, sebab pada kenyataannya suku bunga dasar kredit (SBDK) belum menunjukan penurunan yang berarti. Dari sisi ini saja sudah cukup membuat situasi pasar menjadi stagnan, bahkan menurun seperti yang terjadi saat ini.

Kendala lainnya yang juga disebut Ali kurang kondusif untuk mendorong pertumbuhan pasar properti adalah aturan besaran uang muka (loan to value/LTV) dan pelarangan KPR inden yang juga belum diperlonggar. Sebab itu sarannya, BI perlu mempertimbangkan pelonggaran KPR inden untuk rumah kedua untuk memberikan stimulus peningkatan industri properti.

“Sudah saatnya BI melakukan relaksasi kebijakan di tengah kondisi pasar properti yang seperti ini. Kalau tidak ada perubahan signifikan dari sisi kebijakan, sektor ini bisa jatuh lebih dalam. Kalau pasar sudah pulih, kapan pun BI bisa kembali memperketat aturannya. Yang dibutuhkan saat ini kebijakan yang bisa segera mendorong sektor ini kembali bergerak,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments