Wednesday, June 12, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedKereta, Mengubah Masa Depan Maja

Kereta, Mengubah Masa Depan Maja

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Bagi sebagian besar orang Maja boleh jadi nama yang baru didengar. Wajar saja karena wilayah kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, ini tidak menyimpan daya tarik bagi orang luar. Letaknya jauh dari Jakarta dan hanya ada lahan pertanian dan penambangan pasir. Pusat keramaian juga tidak dekat. Pendeknya Maja tidak punya nilai jual. Jalan ceritanya mulai berubah pada pengujung tahun 2014. Ciputra Group, pengembang ternama dan salah satu developer papan atas di Indonesia, melansir Citra Maja Raya (CMR), proyek kota baru seluas 2.000 ha di kawasan tersebut. Proyek tersebut hasil kerjasama dengan PT Mandiri Mega Jaya (Hanson Group) sebagai pemilik lahan.

Rumah Citra Maja Raya tipe Maple

Rumah Citra Maja Raya tipe Maple

Banyak mata terbelalak menyaksikan Ciputra pada Desember 2014 menyihir ribuan orang antre membeli rumah di CMR. Selama sembilan hari launching proyek tersebut calon konsumen yang datang hampir sepuluh ribu orang. Rumah yang terjual fantastis 5.700 unit. “Ini blessing dan di luar dugaan, staf pemasaran  kami sampai muntah-muntah kelelahan melayani begitu banyak orang,” ujar Yance Onggo, GM Marketing PT Ciputra Residence (Ciputra Group) kepada housing-estate.com di Lebak, Rabu (13/1).

Kunci keberhasilan itu ada pada transportasi yang mudah, yaitu kereta komuter. Keretanya cukup nyaman, pakai AC, cepat, dan murah.  Jakarta (Tanah Abang) – Maja ditempuh 1,5 jam perjalanan dengan ongkos Rp6.000 sekali jalan. Dalam sehari ada 18 kali perjalanan mulai pukul 05.38.

Yance mengatakan, kondisi kereta api yang cukup nyaman dan sudah double track hingga Maja itu belum diketahui banyak orang. Saat proyek ini di-sounding ke agen properti mereka tidak berminat. CMR dinilai tidak menarik dan prospektif. Yance selanjutnya memobilisir para agen untuk diajak ke Maja. Sebanyak 600 agen diajak ke CMR dengan menggunakan kereta saat proyek tersebut masih berupa tanah merah. Menurut Yance, dalam pemasaran tidak cukup hanya dengan pengetahuan dan penguasaan product knowledge. “Pemasar harus langsung merasakan dan mengetahui sendiri kelebihan produk yang akan dipasarkan, kalau sudah seperti itu dia akan pede,” ujarnya.

Stasiun Maja direnovasi menjadi lebih besar dan modern

Stasiun Maja direnovasi menjadi lebih besar dan modern

Setelah agen giliran komunitas di Tangerang diberangkatkan ke Maja. Mereka tidak diajak naik kereta, tapi menggunakan bus. Sekitar 500 orang diberangkatkan menggunakan 12 bus dari Gading Serpong. Pengembang mau menunjukkan akses jalan menuju Maja mudah dan bagus, yaitu melalui jalan tol Jakarta – Merak keluar di exit tol Balaraja Barat. Dari sini menuju lokasi melalui jalan beton yang cukup bagus. Informasi CMR selanjutnya bergulir dari mulut ke mulut.

Ciputra berhasil “menjual” kereta untuk proyek perumahannya. Sampai tutup tahun 2015 rumah yang terjual sebanyak 7.600 unit di 13 cluster. Mayoritas rumah sederhana (RS/10 cluster) dan 3 cluster realestat. Untuk RS  tipe rumahnya 22/60, 27/72, 36/72, sedangkan realestat tipe 36/84 dan 42/96. Tipe 22/60 dibandrol Rp139 juta (all in). Konstruksinya menggunakan rangka atap baja ringan, kusen aluminium, lantai keramik, dinding batako aci luar dalam. Untuk realestat  tipe 36/84 Rp327 juta (cash). Desainnya menarik modern minimalis dengan plafon miring cukup tinggi.

Pembelinya 65 persen dari Serpong, Tangerang, dan Rangkasbitung, kawasan-kawasan yang terkoneksi dengan kereta. Sekitar 15 persen dari Jakarta Barat, sisanya dari berbagai wilayah lain. Banyak konsumen yang awalnya mau membeli satu akhirnya membeli lebih. Ada yang tiga, lima, bahkan 20 unit. Konsumennya sebagian korporasi yang akan dipakai untuk karyawannya, misalnya perusahaan industry di Cikande dan Balaraja. Dari kawasan tersebut 15 – 20 km.

Selain harganya murah, konsumen tertarik karena CMR dirancang sebagai township yang akan didukung beragam fasilitas. Di dalam perumahan akan dilengkapi water park, area komersial, pusat perbelanjaan, sport center dan lain-lain. Sebanyak 500 unit ruko yang akan dibangun di sepanjang bulevar sudah terjual habis. Ciputra menjanjikan tahun 2017 mendatang mulai dilakukan serah terima rumah.

Yance menyebutkan saat serah terima itu jalan perumahan  sudah siap. Ia juga mengusahakan apotek dan mini market  buka di kawasan. “Jadi saat serah terima nanti rumahnya benar-benar sudah siap huni karena infrastruktur, tempat belanja dan kesehatan sudah ada,” terangnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments