Monday, July 15, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedHunian Berimbang Dicuekin Pengembang, JK: Akan Muncul Masalah Sosial Berbahaya - Housing-Estate.com...

Hunian Berimbang Dicuekin Pengembang, JK: Akan Muncul Masalah Sosial Berbahaya – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan kalangan pengembang agar mengikuti regulasi yang ada dengan membangun hunian berimbang. Sesuai peraturan Menteri Perumahan Rakyat, setiap membangun satu rumah mewah harus diikuti dua rumah menengah, dan tiga rumah sederhana. Konsep ini dikenal dengan istilah hunian berimbang 1:2:3.

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla

“Aturan hunian berimbang tidak bisa ditunda lagi karena ini bisa menjadi masalah besar di kemudian hari. Kalau kesenjangan terlalu tinggi prakteknya bisa berbahaya dan ini pasti tidak diinginkan oleh hunian mewah tersebut. Apalagi berimbang ini bukannya nggak untung, rumah sederhana juga pasarnya besar, ini supaya ada keseimbangan untuk semuanya,” ujar Jusuf Kalla saat memberikan sambutan dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Realestat Indonesia (REI) di Jakarta, Rabu (2/12).

JK mengaku senang melihat rumah-rumah mewah diiklankan di TV. Tapi hatinya merasa tersayat saat melihat hunian di bantaran sungai. Ia meminta pengembang memperhatikan hal ini dan melaksanakan karena aturan hunian berimbang sampai sekarang masih ada dan belum dicabut. Pemerintah justru akan meningkatkan derajat aturannya dari peraturan menteri (Permen) menjadi peraturan pemerintah (PP). Bagi Wapres tidak ada kompromi tentang hal ini, harus diwujudkan.

Wapres mengatakan, pengembangan setiap kota harus adil dan berimbang yang dicirikan dengan adanya pengembangan hunian untuk seluruh kalangan mulai kelas atas hingga bawah. Kawasan yang baik tidak boleh ada gap dan harus bisa menyatukan seluruh segmen secara harmonis. Untuk menghindari disharmoni yang mungkin terjadi penerapan aturan hunian berimbang tidak bisa ditunda lagi.

JK mendengar usulan agar aturan hunian berimbang disesuaikan dengan luas lahan. Namun usulan ini dinilai hanya upaya pengembang untuk berkelit. JK khawatir kalau usulan itu diterapkan mereka  merajang lahanya menjadi kecil-kecil agar tidak terkena dengan aturan ini.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments