Monday, February 26, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedHarga Semen di Papua Tidak Sampai Rp1 Juta - Housing-Estate.com - Portal...

Harga Semen di Papua Tidak Sampai Rp1 Juta – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Semen merupakan salah satu bahan baku utama untuk membuat bangunan. Saat ini kebanyakan pabrik semen berada di Pulau Jawa karena kegiatan ekonomi maupun pembangunan gedung terbanyak di daerah Jawa. Wilayah lain yang jauh seperti di Papua semennya tetap harus “mengimpor” dari Jawa karena itu harga semen di Papua lebih mahal.

Saking mahalnya, ada yang menyebut harga semen di Papua mencapai Rp1 juta per zak (50 kg). Diakui oleh Daniel Kundjono Adam, Executive Director PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, produsen semen Tiga Roda, semen merupakan barang murah namun berat sehingga ongkos kirimnya bisa sangat tinggi.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Tapi yang menyebutkan harganya sampai Rp1 juta di Papua itu siapa? Kesannya bombastis sekali. Memang lebih mahal, tapi kami pastikan harga semen di Papua hanya Rp80 ribu per zak, lebih mahal dari Jawa yang harganya Rp70 ribu,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (6/4).

Semen seperti juga komuditas yang lain, komponen harganya hanya dua, yaitu biaya produksi dan distribusi. Harga sendiri salah satunya bisa terbentuk karena situasi di pasar sehingga bila kompetisi di pasar cukup keras maka harga juga akan sengat kompetitif. Kondisi saat ini untuk pasar semen, imbuh Daniel, masih sangat terkendali sehingga harga semen masih termasuk wajar di seluruh wilayah Indonesia.

“Distribusi kami sudah nasional, dari Sabang sampai Merauke semen Tiga Roda ada distributornya dan di semua kota harganya relatif stabil. Jadi yang bilang harga semen di Papua sampai sejuta itu cari sensasi aja. Nyatanya hanya lebih mahal sedikit, silakan dicek ke sana,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments