Monday, June 24, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedBeroperasi 2019, Tol Jakarta-Cikampek II Dari Karawang Barat-Cikunir - Housing-Estate.com - Portal...

Beroperasi 2019, Tol Jakarta-Cikampek II Dari Karawang Barat-Cikunir – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II akan segera dimulai. Pemerintah sudah menandatangani pembangunan jalan tol sepanjang 36 km yang dibangun melayang (elevated) di atas jalan tol yang sudah ada. Pembangunan secara elevated dapat dilakukan lebih cepat karena tidak ada pembebasan lahan.

jalan Tol Jakarta-Cikampek

jalan Tol Jakarta-Cikampek

Selain jalan tol Jakarta-Cikampek II pemerintah juga meneken pembangunan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM). Dua proyek jalan tol ini telah disepakati oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) dengan PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek (konsorsium Jasa Marga dan PT Ranggi Sugiron Perkasa) sementara tol KLBM dengan PT Waskita Bumi (konsorsium Waskita Toll Road, PT Energy Bumi Mining, dan PT Panca Wira Usaha).

“Investasi jalan tol elevated ini mencapai Rp16 triliun sepanjang 36 km sementara tol KLBM panjangnya 38 km dengan investasi lebih Rp12 triliun. Dua jalan tol ini akan memberikan manfaat masing-maisng di wilayah sekitarnya sehingga bisa memperlancar jalur ekonomi,” ujar Menpupera Basuki Hadimuljono saat penandatanganan perjanjian pembangunan jalan tol ini di Jakarta, Senin (5/12).

Jalan tol Jakarta-Cikampek II  akan membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat sehingga bisa memecah kepadatan lalu lintas  menuju Jawa Barat Barat dan memperpendek waktu tempuh. Jalan tol ini terdiri Sembilan seksi dan exit tol mulai dari Cikunir hingga Karawang Barat.

Ke-9 seksi tersebut adalah Cikunir-Bekasi Barat (2,99 km), Bekasi Barat-Bekasi Timur (3,63 km), Bekasi Timur-Tambun (4,34 km), Tambun-Cibitung (3,3 km), Cibitung-Cikarang Utama (4,46 km), Cikarang Utama-Cikarang Barat (2,72 km), Cikarang Barat-Cibatu (3,16 km), Cibatu-Cikarang Timur (2,45 km), dan Cikarang Timur-Karawang Barat (9,79 km).

Basuki mengatakan proyek ini akan dibiayai dengan skema contractor pre financing (CPF) yang artinya kontraktor mendanai terlebih dahulu. Proses pembangunannya akan dimulai pada triwulan kedua 2017 dan ditargetkan sudah bisa beroperasi pada tahun 2019 dengan masa konsesi selama 45 tahun. “Proyek ini harus cepat jadi (karena itu) tidak perlu seremoni groundbreaking tapi langsung dikerjakan. Selain itu proyek tol elevated ini juga membutuhkan koordinasi tinggi karena akan bersinggungan dengan light rail transit (LRT) dan kereta cepat Jakarta-Bandung,” imbuhnya.

Sementara itu untuk jalan tol KLBM akan dibangun dalam 4 seksi yaitu Krian-Kedamen (9,5 km), Kedamen-Boboh (9,1 km), Boboh-Bunder (10,57 km), dan Bunder-Manyar (9,12 km). konstruksinya akan dimulai semester I 2017 dan akan beroperasi pada tahun 2019 dengan lalu lintas harian rata-rata mencapai 22 ribu kendaraan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments