Monday, June 17, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedAsing Boleh Membeli Apartemen Rp5 Miliar di Jakarta - Housing-Estate.com - Portal...

Asing Boleh Membeli Apartemen Rp5 Miliar di Jakarta – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Saat ini orang asing bisa membeli properti di Indonesia dalam bentuk apartemen dan rumah tapak (landed house).  Sesuai Peraturan Menteri (Permen) ATR/BPN No. 29/ 2016 properti tersebut dapat dibeli dengan status Hak Pakai selama 30 tahun dan bisa diperpanjang dua kali selama 20 dan 30 tahun sehingga totalnya menjadi 80 tahun. Properti tersebut juga bisa diwariskan.

Anandamaya Residences

Anandamaya Residences

“Sudah tidak ada keraguan lagi, sekarang orang asing boleh beli rumah atau apartemen dan (pembeliannya) bisa dengan pendanaan dari bank. Sekarang bank kurang tertarik karena status hak pakai dianggap lebih rendah dari hak guna bangunan (HGB) padahal antara hak pakai dan HGB tidak ada perbedaan, sekarang tinggal sosialisasi saja,” ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, kepada housing-estate.com pada diskusi Kepastian Implementasi Kebijakan Kepemilikan Properti Oleh Asing yang diselenggarakan Realestat Indonesia (REI) di Jakarta, Senin (31/10).

Orang asing di Indonesia yang akan membeli properti cukup menunjukkan paspor. Syarat lainnya mereka tidak boleh meninggalkan Indonesia satu tahun berturut-turut. Kalau syarat tersebut tidak terpenuhi maka propertinya otomatis jatuh ke ahli waris atau diambil alih oleh negara. Syarat ini tergolong mudah karena ia cukup datang satu hari selama satu tahun agar kepemilikan propertinya tidak hilang.

Di Jakarta apartemen yang boleh dibeli orang asing minimal harganya Rp3 miliar per unit, sedangkan rumah tapak Rp10 miliar. Di daerah lain batasannya lebih rendah, di Banten harga apartemennya minimal Rp2 miliar, rumah Rp5 miliar dan Jawa Barat masing-masing Rp1 miliar dan Rp5 miliar. Di Bali harga apartemennya minimal Rp2 miliar, rumah Rp5 miliar, dan daerah lain yang terendah mulai Rp750 juta untuk apartemen dan rumah Rp1 miliar.

“Dengan aturan ini sudah sangat jelas pengembang bisa memasarkan (kepada orang asing) dan bank bisa membiayai. Intinya kita ingin membuat bisnis khususnya di sektor properti kembali bergairah,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments