Monday, July 15, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedApartemen di Cikarang, Dibeli Untuk Investasi

Apartemen di Cikarang, Dibeli Untuk Investasi

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, menjadi kantong pengembangan apartemen di timur Jakarta. Pasarnya cukup gemuk karena banyak kawasan industri dengan ribuan perusahaan baik lokal maupun asing, termasuk sejumlah perusahaan multinasional. Hampir semua proyek apartemen yang dikembangkan di Cikarang berhasil melakukan penjualan bagus. Salah satunya The Oasis (13 ha)  yang dikembangkan PT Nusantara Prospekindo Sukses (Cowell Group). The Oasis sudah melakukan serah terima tower pertama (Mahogany) sebanyak 624 unit.

Aparteen The Oasis Cikarang

Aparteen The Oasis Cikarang

Christine, konsumen The Oasis, mengaku membeli apartemen tersebut karena optimis dengan potensi kawasan Cikarang. Di sini banyak pekerja lokal dan ekspatriat sehingga potensi sewanya  cukup besar. Sejumlah kalangan menyebutkan di Cikarang terdapat 650 ribu pekerja industry dan kurang lebih 20 ribu ekspatriat. Christine membeli dua unit tipe studio ukuran 23 meter persegi seharga Rp386 juta per unit pada akhir 2012.

“Saya kerja di Jakarta dan tinggal di Lippo Cikarang, jadi setiap hari melewati The Oasis yang memang dekat dengan pintu tol Cikarang Barat. Apartemen ini saya beli untuk passive income saat nanti pension. Potensi sewanya Rp90 – 100 juta per tahun,” ujarnya kepada housing-estate.com saat serah terima unit di Bekasi, belum lama ini.

Sejak awal Christine yakin apartemen yang dibeli punya prospek menjanjikan. Lokasinya di Jl Raya Cikarang – Cibarusah, dekat dengan gerbang tol. Optimismenya tidak meleset,  apartemen yang dibeli kurang dari Rp400 juta sekarang harganya lebih dari Rp450 juta, atau naik dari Rp13 juta menjadi Rp15,7 juta per meter persegi.

Nanda, konsumen The Oasis lainnya, menyatakan hal yang kurang lebih sama. Ia mengaku terlambat membeli sehingga harganya sudah naik menjadi Rp450 juta. Ia membeli tipe studio pada Maret 2015. Menurut Nanda, unit huniannya bila disewakan harganya sekitar Rp5 – 6 juta per bulan. “Saya tadinya nggak berani investasi properti yang nggak ada tanahnya. Tapi melihat potensi di kawasan industri saya menjadi yakin,” jelasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments