Monday, July 15, 2024
Google search engine
HomeUncategorized3 Perumahan Paling Laris Tahun 2015 - Halaman 2 dari 3 -...

3 Perumahan Paling Laris Tahun 2015 – Halaman 2 dari 3 – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Paramount Land (700 ha)

Ilustrasi: Perumahan Paramount Land

Perumahan Paramount Land

Housing-Estate.com, Jakarta – Paramount Land yang dikembangkan Paramount Enterprise di Gading Serpong, Tangerang, Banten, dalam tiga tahun terakhir mencatat penjualan bagus. Kendati merosot disbanding dua tahun sebelumnya, pada tahun 2015 masih dapat membukukan penjualan 1.073 unit (sampai akhir Oktober 2015). Dibanding beberapa perumahan skala kota di sekitarnya penjualan Paramount paling banyak.

Penjualan itu berasal dari tiga cluster (di luar apartemen Ara Centre yang dirilis awal Desember), yaitu Malibu Village (11 ha/1.010 unit), Menteng Village (5,2 ha/143 unit), Amarillo Village (8,8 ha/1.300 unit). Karena situasi pasar sedang tidak bagus, semua clusster dipasarkan bertahap. Amarillo misalnya, dilepas 300 unit dulu. “Saat ini sudah terjual sekitar 60 persen,” kata M Nawawi, GM Marketing & Sales Paramount Land.

Jurus Paramount agar tetap bisa berjualan di tahun sulit masih sama dengan sebelumnya,  melansir rumah mungil dua lantai yang terjangkau kaum menengah. Inovasi yang ditawarkan Paramount adalah melansir rumah mungil di kaveling super kecil. Misalnya tipe 36 dan 41 di atas tanah 32 m2 (4×8). Ada juga tipe 55 di kaveling 6 x 8 (48 m2) dan tipe 68 di atas kaveling 7 x 8 (56 m2) seharga Rp600 – 800 jutaan (tunai keras). Rumah-rumahnya ditawarkan custome homes; desain fasad, warna, dan spesifikasi material, bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan selera konsumen.  Rumah lebih besar dipasarkan terbatas di Menteng Village  seharga Rp3,5–3,7 miliar/unit.

Menurut Ervan Adi Nugroho, Presdir Paramount Land, pertambahan kaum menengah yang mencapai tujuh juta orang per tahun, membuat pasar rumah seharga di bawah Rp1 miliar tetap kuat karena memang dibutuhkan.  “Di Serpong sudah tidak ada yang menawarkan rumah seharga itu karena harga tanah di kawasan sudah tinggi. Padahal banyak kalangan menengah juga ingin tinggal di Serpong. Karena itu rumah-rumah kompak terus kita tawarkan,” katanya.

Laman: 1 2 3

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments