Lihat tampilan baru di housingestate.id
Housing-Estate.com, Jakarta – Konsep rumah berlayanan (service residence) belum banyak yang menerapkan. Alasannya, selain kurang urgent juga ada konsekwensi biayanya. Di Jakarta sudah ada beberapa landed house dikelola sebagai service residential. Urusan menyiapkan makanan, bersih-bersih, merawat taman, hingga supir disediakan pengelola. Pendeknya, tinggal di service residence seperti menginap di hotel. Konsep tersebut diadopsi Townhouse Win Del Rio yang dikembangkan di Semplak, Bogor, Jawa Barat.
Amrit Lakhiani, CEO Win Properties, pengembang Townhouse Win Del Rio, mengklaim perumahannya yang pertama menerapkan konsep service residence di Bogor. Konsep ini diberikan sebagai bagian dari layanan purna jual kepada konsumen. “Kami menyebutnya semi service townhouse, penghuni yang memerlukan bantuan untuk perbaikan AC atau hal teknis lain, ada staf yang standby yang siap membantu,” kata Amrit kepada perse di Bogor, Kamis (2/5).
Untuk mendapatkan layanan ini ada biaya (service charge) yang harus dibayar oleh penghuni. Biayanya diperkirakan Rp500 ribu/bulan/rumah. Pelayanan diberikan developer untuk sekitar enam bulan setelah rumah mulai dihuni. Setelah masa enam bulan berakhir penghuni punya kebebasan memilih, dilanjutkan atau menjunjuk pihak lain menjadi pengelolanya.
Win Del Rio yang dikembangkan di area seluas 1,8 ha mencakup 80 unit rumah plus 13 unit ruko. Lokasinya di Jl KHR Abdullah Bin Nuh di Semplak, Bogor. Dari Jakarta dapat diakses melalui jalan tol Jagorawi keluar di exit tol Sentul Selatan. Tipe rumahnya 43/90 – 46/105 (1 lantai) seharga Rp557 – 646 juta. Untuk bangunan dua lantai (76/120 – 84/137) dibanderol Rp960 juta – Rp1,5 miliar. Pemasaran tahap pertama sebanyak 15 unit tersisa 3 unit. “Respon konsumen cukup bagus, mungkin karena konsep semi service masih baru di Bogor mereka menjadi antusias,” katanya. Yudis
Lihat tampilan baru di housingestate.id