Tuesday, July 16, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedTolak Toko Online, Restoration Hardware Bangun Free-Standing Store

Tolak Toko Online, Restoration Hardware Bangun Free-Standing Store

Housing-Estate.com, Jakarta – Ketika banyak peritel mulai melirik atau mengembangkan toko online, Restoration Hardware justru bersikukuh membuat toko berbentuk bangunan dan dalam ukuran besar. Seperti salah satu toko terbarunya yang berlokasi di Denver, AS, dan dibangun dengan konsep galeri. Bangunan yang dihiasi sekitar 112 french doors ini sedang bersiap untuk menampilkan koleksi musim gugur. Gedungnya setinggi empat lantai, dilengkapi ruang konservatorium, taman atap dan halaman belakang. Luasnya 3.700 m2 atau enam kali luas rata-rata toko-toko HR sebelumnya. Chief Executive Restoration Hardware (RH), Gary Friedman, bahkan mengklaim belum pernah ada yang membangun toko serupa ini.

Restoration Hardware Store

Restoration Hardware Store

Di negeri asalnya, AS, RH dikenal sebagai toko furnitur dan kelengkapan rumah tangga kelas atas. Lebih dari sekadar tempat jualan, RH menawarkan jasa serupa kurator desain produk-produk bernilai sejarah. Koleksinya didominasi produk bergaya klasik, hasil reproduksi yang diklaim tak lekang zaman. Gerainya beragam, mulai dari toko yang didesain mewah (galeri) sampai outlets dan sudah tersebar di banyak kota di AS, seperti di Atlanta, Boston, Greenwich, Connecticut dan West Hollywood, California.

Seperti toko-toko sebelumnya, toko baru RH berlokasi di tempat strategis, pergerakan lalu lintasnya tinggi, menjadi tujuan belanja kalangan elit dan pelancong internasional. Memang tidak ada jaminan para shoppers itu langsung tertarik dagangan RH yang harganya selangit. Contoh, sebuah crystal chandelier dibanderol 3.000 dolar AS atau hampir Rp40 juta, lalu sebuah ottoman berlapis bahan mewah harganya 2.000 dollar AS, sekitar Rp26 juta. “Ketika banyak orang mengalokasikan sumber dayanya untuk membangun bisnis online dan mengecilkan ruang ritelnya, kami justru bergerak ke arah berbeda,” ucap Friedman.

Restoration Hardware Store

Restoration Hardware Store

Keberanian itu ditopang pendapatan RH tahun ini yang cukup tinggi 4-5 miliar dolar AS (Rp53-66,5 triliun). Tahun sebelumnya pendapatannya hanya 1,9 miliar dolar AS (Rp 25 triliun). Friedman mengakui bahwa keberadaan toko online memang membuat penjualan ritel di AS secara nasional menurun. Tapi ia optimis bisnis ritel tidak semestinya serba online. Friedman ingin mengubah persepsi banyak orang bahwa ruang ritel tidak selalu identik dengan mal. Untuk itulah melalui unit bisnis barunya RH memilih membangun free-standing stores untuk gerai-gerai terbarunya. Pemilik RH ini menyebutnya sebagai “next generation design galleries”. Setelah di Denver, tahun ini RH akan mendirikan empat toko serupa di Chicago, Austin dan Tampa.

Menurut Friedman, bisnis online hanya menyumbang 10 persen dari seluruh penjualan ritel secara nasional. Tidak semua bisnis berbasis online itu juga tumbuh dengan cepat. Pasalnya banyak pembelanja membuka situs toko hanya untuk mencari desain sebagai inspirasi dan membanding-bandingkan harga.

Akan tetapi RH mestinya tidak boleh menampik kekuatan digital dalam bisnis ritel. Seperti disampaikan Allen Adamson, chairman of Landor Associates North America, biro konsultan merek di New York, bahwa masa depan bisnis memang di online. Karena itu, saran Adamson, bagaimana toko mewah itu bisa mengisi “ruang” di media sosial, sehingga toko berbentuk bangunan tetap mempunyai peluang.

(Sumber: Bloomberg)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments