Wednesday, June 12, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedSurabaya Dibanjiri Hotel Bintang 3 - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti No....

Surabaya Dibanjiri Hotel Bintang 3 – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Cukup lama perkembangannya mengalami stagnasi, tahun ini Kota Surabaya seperti kebanjiran hotel baru. Sepanjang tahun 2015 di Ibukota Propinsi Jawa Timur itu bakal ada 29 hotel baru yang beroperasi. Mayoritas hotel bintang tiga, 17 unit, disusul hotel bintang empat (9 unit) dan tiga hotel bintang lima.

“Bila semua hotel itu beroperasi Kota Surabaya bakal dapat tambahan 6.043 kamar hotel,” ujar Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers International Indonesia, di Jakarta beberapa waktu lalu.

G Suites Hotel Gubeng Surabaya (Ilustrasi)

G Suites Hotel Gubeng Surabaya (Ilustrasi)

Satu tahun berikutnya (2016) bakal ada tambahan lagi lima hotel sebanyak 879 kamar. Pertumbuhan hotel ini luar biasa besar mengingat tahun sebelumnya jumlahnya tidak sampai setengahnya. Tahun 2014 di kota kedua terbesar di Indonesia ini hanya ada tambahan lima hotel sebanyak 724 kamar. Yaitu G Suites Hotel (118 kamar), Zoom Smart Hotel (80), Ibis Basuki Rahmat (180), Crown Prince (211), Quest Hotel (135).

Penyebaran hotel baru tersebut paling banyak di pusat kota (49%) disusul Surabaya Timur (24%), Surabaya Barat (15%), Surabaya utara dan selatan masing-masing 6 persen. Ferry mengatakan, selain tamu domestic potensi pasar hotel bintang di Surabaya juga dari turis asing. Tahun 2014 kedatangan turis manca negara di Bandara Juanda sebanyak 198.109 orang. Angka tersebut turun cukup signifikan dibanding tahun 2013 kurang lebih 230 ribu. “Paling banyak turis asal Malaysia sebanyak 22 persen, disusul Singapura, China, Taiwan, dan Jepang,” ujar Ferry.

Pembangunan hotel baru itu tidak diimbangi meningkatnya tingkat hunian. Tiga tahun terakhir okupansinya terus menurun. Tahun 2013 tingkat huniannya turun 7 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian tahun 2014 kembali anjlok 12 persen dari tahun 2013. Kecuali hotel bintang empat tingkat huniannya di bawah 60 persen. Hotel bintang tiga 55 persen, bintang lima sekitar 52 persen, sedangkan hotel bintang empat 62 persen.

Tingkat hunian hotel tersebut diprediksi bakal semakin turun dengan adanya kebijakan pemerintah pusat melarang seluruh instansi pemerintah mengadakan kegiatan di hotel. “Selama ini kegiatan meeting dari pemerintah itu member kontribusi 60 persen,” ujar Ferry.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments