Thursday, June 13, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedSuami Sekalipun Tidak Boleh Tinggal di Apartemen Ini

Suami Sekalipun Tidak Boleh Tinggal di Apartemen Ini

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Graha Loka Pangestu (GLP), developer Female apartment  meresmikan The New of Marketing Gallery di lokasi proyek  Jl Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (25/10), sekaligus meneken kerja sama pembiayaan pemilikan apartemen dengan Bank BTN cabang Depok.

Penandatanganan kerja sama pembiayaan pemilikan apartemen (KPA) antara I Wayan Ekadiana (kanan), Managing Director Graha Loka Pangestu, pengembang apartemen Female, Jl Margonda Raya, Kota Depok (Jawa Barat), dan Meda Entiadi, Branch Manager Business  Bank BTN Depok di Depok, Rabu (25/10/2017). (Foto: Diyah/HousingEstate)

Penandatanganan kerja sama pembiayaan pemilikan apartemen (KPA) antara I Wayan Ekadiana (kanan), Managing Director Graha Loka Pangestu, pengembang apartemen Female, Jl Margonda Raya, Kota Depok (Jawa Barat), dan Meda Entiadi, Branch Manager Business Bank BTN Depok di Depok, Rabu (25/10/2017). (Foto: Diyah/HousingEstate)

Apartemen satu menara 21 lantai khusus perempuan yang  berjarak sekitar 200 m dari stasiun kereta UI ini tengah merampungkan struktur lantai basement kedua sejak pembangunannya dimulai Februari 2016. Lahan apartemen seluas 2.112 m2 sebelumnya dikelola sebagai kamar kos (60 unit) selama lebih dari 20 tahun dengan tarif terakhir tahun 2015 antara Rp2-2,5 juta/kamar/bulan. Rumah kos selalu diminati sehingga selalu ada daftar tunggu (waiting list) dari calon penyewa.

Berkaca pada kesuksesan kos wanita itu,  GLP mengubah lahannya menjadi apartemen khusus perempuan dengan target pasar para investor (ritel atau korporat) dan sedikit end user (yang membeli untuk dihuni sendiri). Target pasar utamanya para mahasiswa UI dan universitas lain di Depok yang mencapai puluhan ribu. Menurut I Wayan Ekadiana, Managing Director dan arsitek Female apartment kepada housing-estate.com, pembeli atau investornya bisa perempuan dan pria, tapi penghuninya hanya boleh perempuan. Bahkan, suami sekalipun tidak bisa diajak pemilik unit tinggal di apartemennya.

“Kami menyadari pasar apartemen tematik ini sangat terbatas. Karena itu cara pemasarannya juga nggak bisa konvensional. Targetnya 80-90 persen investor, sisanya end user . Kalau hanya mengandalkan ritel tentu berat penjualannya. Karena itu dibuka kerja sama dengan kampus-kampus sekitar untuk pembelian dalam jumlah banyak,” kata Wayan dalam media gathering progress update for Female Apartment di Depok, Rabu (25/10).

Saat ini penjualan ritel sudah mencapai 150 unit dari total 551 unit dengan tipe terlaris Azalea  seluas 26 m2 (semigross). Tipe lain Blossom 30 m2 dan Chrysant 39 m2. Semua unit berupa tipe studio yang bisa disewakan untuk 1-2 orang. Desain apartemen mengutamakan kenyamanan bagi penghuni perempuan terutama pada area kamar mandi dan dapur yang dibuat lapang.

Fasilitas koridor antar-unit yang berhadapan dibuat selebar 1,6 m yang diklaim lebih besar dibanding ukuran standar yang hanya 1,2 m. Tersedia dua ruang komunal yang berada di lantai bawah dan lantai 21. “Ruang bersama di lantai bawah bisa menerima tamu pria atau orang tua yang mungkin menjenguk anaknya,” jelas arsitek lulusan Universitas Indonesia (UI) itu.

Ia memproyeksikan setiap unit apartemen bisa disewakan Rp4-10 juta per bulan. Harga jual per meter persegi saat ini Rp17-18 juta dengan promo terbaru untuk tipe 30 m2 sekitar Rp600 jutaan sudah termasuk furnitur  (fully furnished) dan peralatan elektronik seperti AC dan pemanas air.

Sabtu, 28 Oktober, ini Female apartment mengadakan customer gathering di marketing gallery-nya dengan hadiah langsung berupa TV, motor dan satu unit mobil sebagai hadiah utama bagi pembeli unit terpilih. Pembangunan fisik gedung ditargetkan rampung Maret 2019 dan mulai diserah-terimakan kepada pembeli pertengahan 2019.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments