Friday, April 19, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedRumah Selebritas: Gusnaldi Rumah “Berjiwa”

Rumah Selebritas: Gusnaldi Rumah “Berjiwa”

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Rumah sekaligus salon ini ditata tanpa sekat untuk kesan yang plong dan nyaman.

Housing-Estate.com, Jakarta – Memasuki rumah sekaligus salon Gusnaldi (39) di Jl Kelapa Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, atmosfer nyaman dan homey langsung terasa. Kontras dengan hawa gersang dan padat kawasan yang menjadi lokasi rumah. Menurut penata rias tersohor ini, rumah harus membuat nyaman penghuninya. Ia bersyukur berkecimpung di dunia fashion. Pergaulannya menjadi luas termasuk dengan kaum desainer interior dan arsitek yang memperkaya wawasannya soal rumah.

“Saya nggak suka (rumah yang) terlalu banyak sekat. Makanya (tata ruang rumah ini) dibuat plong supaya luas dan terang, (selain) juga sehat,” kata pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 Desember 1974, ini. Kebiasaan sejak kecil yang suka menata rumah yang terbawa hingga sekarang, juga memberi pengaruh terhadap sikapnya terhadap penataan rumah. Semua perabot dan peletakannya merupakan pilihan dan kreasinya sendiri. Ia mengubah posisi semua perabot itu hampir setiap bulan.

Rumah Gusnaldi, Rumah selebritas

Untuk mendapatkan berbagai furnitur di rumahnya Gusnaldi rajin menyambangi pusat furnitur berharga miring di Klender, Jakarta Timur. Tak jarang pelanggan salonnya meminati furnitur yang dimilikinya. “Kursi tamu (di rumah ini) sudah dua kali dibeli orang, saya sampai beli lagi. Yang masuk ke sini bawaannya pengen beli aja. Rumah saya udah kaya showroom,” guraunya.

Terbeli

Gusnaldi sebenarnya sudah punya rumah pertama bergaya modern minimalis di kawasan yang sama. Rumahnya saat ini yang berdesain klasik modern merupakan tempat usaha sekaligus rumah kedua. Untuk beristirahat ia lebih senang di rumah pertama karena lokasinya di area yang lebih tenang. Awalnya ia mengontrak rumah kedua seluas 300 m2 di atas tanah 400 m2 ini tahun 2008 selama setahun. Tahun kedua pemiliknya menawari Gusnaldi membelinya seharga Rp1,7 miliar. Pembayarannya boleh dicicil.

Ruang utama di lantai bawah dimanfaatkan untuk salon yang dihias dengan sentuhan klasik dan natural

Ruang utama di lantai bawah dimanfaatkan untuk salon yang dihias dengan sentuhan klasik dan natural

“Orangnya baik banget. Dia bilang maunya jual ke saya aja, sementara saya nggak punya duit. Dia senang karena rumah ini saya rawat bener. Katanya terserah, mau dicicil berapa aja. Saya sampai heran ternyata ada orang sebaik itu di Jakarta,” tuturnya. Ia akhirnya berhasil melunasi rumah itu dalam waktu 1 tahun 8 bulan. Ia menerima sertifikat hak milik dari pemilik lama sudah atas nama Gusnaldi.

Bahkan, beberapa lemari besar dan empat lampu kristal juga dihibahkan kepadanya. Belum lama ini dia dibuat kaget oleh kedatangan broker properti yang menawar rumah keduanya seharga Rp20 miliar. “Saya nggak mau lepas, karena suka dengan rumah ini. Mungkin kalau jiwaku bisnis, ini rumah dilepas dan beli yang lain. Tapi, nanti-nanti ajalah,” lanjut bungsu dari enam bersaudara ini.

Tidak direnovasi

Sejak dikontrak sampai akhirnya terbeli, bangunan rumah tidak direnovasi. Gusnaldi hanya menata ruangnya menurut selera dan kepentingannya sebagai tempat tinggal sekaligus tempat usaha. Gaya klasik dipilihnya karena rumah pertamanya sudah bergaya minimalis, bahkan sempat dibuat bergaya art deco. “Kalau ngikutin tren, capek. Sedikit-sedikit mesti ganti, sayang uangnya. Kalau klasik, ya begini aja,” katanya.

gusnaldi

Organisasi ruangnya sangat simpel. Ruang bawah difungsikan sebagai tempat usaha dengan enam meja+cermin di sekeliling ruangan. Ruangan yang luas membuat aneka perabot jadi terlihat kecil, sehingga yang mencuat kesan lapang. Keberadaan meja-meja rias juga tidak membuat ruangan seperti sebuah salon, tapi tetap seperti layaknya rumah.

Masuk dari pintu utama kita disambut ruang terbuka tanpa banyak sekat dan pernak-pernik yang berkesan berat kendati rumah bertema klasik. Dua kursi tunggal bergaya klasik diletakkan tepat di samping pintu masuk. Di antara kursi ada meja kecil dengan pajangan patung keramik Dewi Kehidupan (Sri) karya seniman keramik F Widayanto. Masih ada satu ruang untuk perawatan rambut di sisi kiri ruang utama dan satu ruang kecil untuk kantor di sisi kanan.

Naik ke lantai dua kesan rumahan makin terasa dengan fokus utama meja makan di bagian tengah. Di sebelah meja makan ada meja kerja dan ruang duduk di sisi lain. Ruang atas yang cukup luas juga ditata sederhana. Kamar tidurnya dekat tangga didominasi warna putih mulai dari dinding, tirai, hingga seprai. Ia memajang foto-foto tokoh idolanya dalam bingkai yang diatur di dinding.

Barang berharga

Bagi Gusnaldi rumah harus dirawat seperti barang berharga karena menjadi tempat peraduan setelah beraktivitas seharian di luar. Setiap orang harus sayang dengan rumahnya karena akan menjadi jiwa bagi bangunan itu. “Saya bergaul dengan kalangan atas yang rumahnya bisa dibikin begitu bagus dan mewah tapi tidak dirawat. (Padahal), rumah sebagus apapun kalau nggak ada jiwanya akan dingin, gersang, nggak homey. Yang masuk ke sini semua pada bilang enak dan bikin betah,” katanya. Rumah, tambahnya, bukan untuk menunjukkan identitas pemiliknya sebagai orang gedongan.

Lingkungan sekitar rumah juga sangat mempengaruhi. Ia senang dengan kawasan Kelapa Gading walaupun banjir sempat masuk ke rumahnya. Ia disarankan membeli rumah di Kelapa Gading oleh pengusaha Tommy Winata yang menyebut kawasan pusat perdagangan dan bisnis itu sebagai kepala naga. Gusnaldi sendiri mengaku tak memahami fengshui. Ia hanya merasa sudah klik dengan rumah ini dan kawasannya yang banyak dihuni etnis Tionghoa. “Di sini sebagai basis etnis Cina, dari pagi sudah hidup banget. Saya suka di lingkungan orang Cina. Biar udah banyak duit, etos kerja mereka luar biasa,” katanya. |

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments