Sunday, June 23, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedRuang Sosial di Perumahan Selalu Kalah dengan Ruang Komersial - Housing-Estate.com -...

Ruang Sosial di Perumahan Selalu Kalah dengan Ruang Komersial – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Sosiolog dan pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (UI) Imam B Prasojo mengomentari ruang-ruang sosial yang seharusnya ada di setiap lingkungan permukiman. Pada banyak kasus, pengadaan ruang terbuka hijau (RTH), fasilitas sosial dan umum (fasos-fasum) dan fasilitas publik lainnya kerap terabaikan.

Imam B. Prasojo

Imam B. Prasojo | dok. hamas.co

Menurut pria kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 15 Februari 1960 ini, pada tataran perumahan yang dikembangkan perusahaan pengembang, kerap terjadi kompetisi penggunaan lahan terkait kebutuhan sosial para penghuni. Kompetisi lahan itu kerap tidak menguntungkan warga karena lemahnya posisi tawar mereka dibandingkan pengembang.

“Kalau ada kompetisi lahan seperti itu, yang kalah pasti ruag-ruang sosial karena lahan untuk ruang sosial tidak ada nilai ekonomisnya. Di sisi lain ruang-ruang sosial itu merupakan kebutuhan dasar warga. Bagaimana mau hidup nyaman, kalau tidak ada ruang-ruang untuk bersosialisasi dan berinteraksi,” katanya saat berbicara di ajang Vidafest yang diselenggarakan perumahan Vida Bekasi (Gunas Land), Bekasi (Jawa Barat), akhir pekan lalu.

Tantangan tidak berhenti di situ. Kalaupun lahan untuk ruang sosial disediakan, tantangan berikutnya adalah menyediakan segala infrastruktur dan kelengkapannya sehingga bisa dinikmati seluruh warga. Setelah itu bagaimana perawatannya sehingga segala kelengkapan tersebut bisa tetap berfungsi dengan baik.

“Pokoknya kalau sudah kompetisinya antara ekonomi dan sosial, yang sosial pasti kalah. Makanya kalangan pengembang juga harus ekstra kreatif dan memikirkan bagaimana ruang-ruang sosial itu juga bisa tetap menguntungkan dengan tidak mengorbankan sarana untuk sosialisasi maupun interaksi warganya,” jelasnya.

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments