Tuesday, April 16, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedReklamasi  Sulit Mengubah Lansekap Properti di Jakarta

Reklamasi  Sulit Mengubah Lansekap Properti di Jakarta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Proyek reklamasi Teluk Jakarta yang dihentikan sementara menunggu kajian menyeluruh kalau diteruskan prospeknya terhadap pertumbuhan wilayah masih menjadi tanda tanya. Dalam konsep pengembangannya di 17 pulau buatan seluas ribuan hektar itu akan dikembangkan beragam jenis properti seperti kawasan komersial, lifestyle center, apartemen, perkantoran, hotel, mal, dan lain-lain. Tapi proyek bernilai triliunan itu diprediksi tidak berdampak besar terhadap lansekap properti di Jakarta.

Reklamasi Jakarta

“Yang bernafsu dengan proyek reklamasi ini pengembangnya karena mereka akan untung besar dari proyek ini, tapi kalau untuk pasar properti tidak akan berdampak besar,” ujar Ferry Salanto, Associate Director Colliers International Indonesia, sebuah perusahaan konsultan dan manajemen properti, kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (25/4).

Ferry mengatakan masih banyaknya lahan yang dapat dikembangkan di kawasan lain membuat pengaruh reklamasi terhadap pengembangan wilayah tidak besar. Proyek reklamasi lebih banyak menguntungkan developernya. Untuk menjadi pusat bisnis baru menggantikan yang sudah ada dimungkinkan tapi butuh waktu sangat lama. Ia menunjuk koridor TB Simatupang, kendati didukung infrastruktur bagus dan berada di pinggir jalan tol nyatanya sampai sekarang belum menjadi secondary CBD dalam arti yang sebenarnya. Para pelaku usaha juga tidak mudah memindahkan pusat bisnisnya ke kawasan lain.

“Selain itu suplai ruang perkantoran 500 – 600 ribu meter persegi per tahun di koridor Sudirman-Thamrin tidak gampang diserap pasar. Jadi kita realistis saja, nggak akan gampang meng-create satu kawasan bisnis, butuh proses sangat lama,” pungkasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments