Wednesday, June 12, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPotensi Dana Tabungan Perumahan Rp15 Triliun/Tahun - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Potensi Dana Tabungan Perumahan Rp15 Triliun/Tahun – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Keberadaan Tabungan Perumahan (Tapera) sangat mendesak untuk mendukung pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sampai sekarang sumber dana untuk pembangunan rumah MBR masih terbatas. Anggaran pemerintah sekitar Rp5 triliun untuk program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), sementara KPR yang jangka waktunya 15-20 tahun menggunakan sumber dana jangka pendek dari tabungan dan deposito.

pembangunan rumah murah subsidi

Ilustrasi

Bila sesuai skenario Tapera akan menjadi solusi keterbatasan dana itu. Pemerintah sudah menetapkan besaran cicilan Tapera sebesar 3 persen dari gaji. Komposisinya 2,5 persen kontribusi pekerja dan 0,5 persen dari pemberi kerja atau perusahaan.

“Dengan 3 persen ini potensi dana yang bisa dikumpulkan Tapera mencapai Rp15 triliun per tahun. Apabila asumsi harga rumah murah Rp100 juta, dana Tapera bisa digunakan untuk membangun 150 ribu unit rumah,” ujar Poltak Sibuea, Direktur Perencana Pembiayaan Perumahan Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (19/10).

Dengan dana sebesar itu Tapera bisa menjamin sumber pembiayaan rumah rakyat lebih kontinyu, memadahi, dan jangka panjang.Poltak mengingatkan Tapera bukan tabungan orang untuk membeli rumah, tapi untuk menjamin adanya anggaran untuk perumahan. Saat ini program pembiayaan pemerintah melalui FLPP itu 90 persen menggunakan anggaran APBN, sementara sisanya dari bank.

Seluruh dana Tapera akan dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan. Hingga tujuh tahun ke depan dana yang dapat dikumpulkan diprediksi mencapai Rp200 triliun. Dana ini dapat dipakai untuk memberi subsidi bunga (FLPP) dan mendukung sumber dana perbankan khususnya untuk KPR rumah murah.

“Sekarang pemerintah tinggal menunggu undangan dari DPR kapan mau membahas RUU Tapera, karena RUU ini inisiasi awalnya dari DPR. Pemerintah sudah mengirimkan daftar inventarisasi masalah (DIM) untuk RUU Tapera, semoga tahun ini juga bisa diundangkan sehingga kita memiliki anggaran perumahan yang besar dan jangaka panjang,” imbuhnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments