Thursday, June 13, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPerumnas-KAI Mulai Bangun Proyek TOD kedua di Pondok Cina

Perumnas-KAI Mulai Bangun Proyek TOD kedua di Pondok Cina

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengembangkan proyek hunian yang terintegrasi dengan transportasi massal atau transit oriented development (TOD). Setelah medio Agustus 2017 lalu mulai membangun TOD Tangjung Barat, Jakarta Selatan, kali ini kedua badan usaha milik negara (BUMN) itu mengembangkan TOD kedua di stasiun Pondok Cina, Depok (Jawa Barat), atau TOD Depok.

tod-pondok-cina-apartemen

“Animo masyarakat untuk konsep hunian TOD ini luar biasa. Di TOD Tanjung Barat dari total sebanyak 1.232 unit, pemesanannya mencapai 115 persen. Kami sangat yakin TOD Pondok Cina juga akan disambut masyarakat demikian, begitu pula nanti TOD-TOD yang lain yang akan kami kembangkan di banyak stasiun,” kata Bambang Triwibowo, Direktur Utama Perumnas, dalam acara pemancangan tiang pertama (ground breaking) TOD Depok, Senin (2/10). Ground breaking dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono.

TOD Depok dibangun di atas lahan 27.706 m2 yang akan terdiri dari empat menara setinggi 44 lantai mencakup total 3.693 unit hunian. Baik di Pondok Cina maupun di Tanjung Barat, sebanyak 30 persen dari total unitnya diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bisa membeli unitnya dengan kredit pemilikan apartemen (KPA) bersubsidi.

Batasan untuk MBR ini maksimal berpenghasilan Rp7 juta per bulan (pasangan) dan bisa membeli dengan uang muka 1-5 persen dengan bunga subsidsi 5 persen per tahun fixed (tetap) selama masa KPR maksimal 20 tahun, atau cicilannya Rp2 jutaan/bulan.

Tahap pertama akan dibangun dua tower selama 20 bulan. Enam bulan setelah itu akan langsung dibangun menara ketiga dan keempat. Total investasi TOD Depok mencapai Rp1,5 triliun.

Pembagian lantainya, lantai 1-2 untuk komersial, delapan lantai untuk parkir, sisanya untuk apartemen. Lantai parkir dibuat banyak bukan untuk penghuni, tapi karena stasiun dikonsep untuk park and ride. Jadi, pengguna kereta bisa parkir di apartemen di stasiun, kemudian meneruskan perjalanan dengan kereta ke tujuan masing-masing.

Ada juga balai warga selain fasilitas taman untuk penghuni bersosialisasi dan berinteraksi. Tipe unitnya ada 1 – 2 kamar berukuran 32 dan 42 m2 seharga Rp7 jutaan/m2 (unti bersubsidi) dan Rp16 juta/m2 (unit non subsidi).

“Hunian dengan konsep TOD terus didorong oleh pemerintah untuk kami kembangkan. Dengan konsep hunian yang terintegrasi dengan transportasi, penggunaan kendaraan pribadi bisa dikurangi yang dampaknya akan mengurangi kemacetan, penggunaan energi dan biaya, penghematan waktu dan lain-lain. Setelah ini kami akan mengembangkan TOD di Serpong (Tangerang Selatan, Banten), selain TOD pasar di Tanah Abang, Cempaka Putih, dan lain-lain di Jakarta dan sekitarnya,” jelas Bambang.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments