Friday, April 19, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPengembang Malaysia Akuisisi 3 Proyek di London - Housing-Estate.com - Portal Berita...

Pengembang Malaysia Akuisisi 3 Proyek di London – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Merasa sudah mapan di negerinya sendiri, Eco World Investment Co. kini mulai mengepak sayapnya ke negeri seberang. Tidak tanggung-tanggung, pengembang asal Malaysia ini menapakkan kakinya langsung jauh ke Inggris. Eco World mengakuisisi 75 persen saham tiga proyek besar.

London City Island

London City Island

Tiga proyek residensial itu adalah Embassy Gardens-dekat Battersea Power Station, Arrowhead Quay di Canary Wharf dan London City Island di Leamouth Peninsula. Tiga proyek itu akan dikembangkan bersama Ballymore Group.  Kalau selesai semuanya proyek tersebut bernilai 2,2 miliar pounds atau hampir Rp42 triliun. Eco World harus merogoh dana 429 juta pounds (Rp8,2 triliun) untuk membeli saham ketiga proyek tersebut.

Dengan akuisisi itu Eco World akan membangun proyek yang merangkum 2.800 unit hunian dan 23.000 m2 ruang komersial. Sementara Ballymore yang berbasis di Dublin, Irlandia, akan menjadi pengelolanya.

Pemilik saham mayoritas Eco World adalah Tan Sri Liew Kee Sin, mantan presiden dan chief executive officer SP Setia, yang juga punya saham di proyek Battersea Power Station. Pemilik lainnya adalah Dato’ Voon Tin Yow, mantan chief operating officer SP Setia.  Di Malaysia SP Setia tenar sebagai pengembang terbesar.  Proyek Eco World di Malaysia antara lain Saujana Glenmarie, Eco Tropics, Eco Majestic dan EcoSantuary.

Lie menyatakan  bahwa kerjasama ini akan menggabungkan keahlian Ballymore dalam pengembangan proyek dan Eco World Investment yang punya kemampuan pemasaran proyek secara global.  “Bersama-sama kami akan kembangkan ketiga proyek itu yang menawarkan keragaman lokasi dan harga, serta peluang investasi terbesar di London,” ucap Sean Mulryan, chairman and group chief executive officer Ballymore.

Menurut riset Acadata, harga rumah di London tahun lalu naik 18 persen. Kenaikan itu karena semakin sedikit pengembang yang membeli tanah untuk dikembangkan jadi perumahan, sehingga pasok menipis.

Ballymore sendiri  harus melepas kepemilikan saham di tiga proyek tersebut karena tersangkut utang.  Dana akusisi itu akan dipakai untuk membayar utang ke National Asset Management Agency, BPPN-nya Irlandia.

(Sumber: Bloomberg)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments