Monday, May 27, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPemkot Depok Kaji Kembali Pembatasan Luas Kaveling - Housing-Estate.com - Portal Berita...

Pemkot Depok Kaji Kembali Pembatasan Luas Kaveling – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemkot Depok, Jawa Barat, tengah melakukan kajian untuk revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Depok. Dalam RTRW yang berlaku saat ini ditetapkan bahwa luas kaveling rumah yang dibangun developer minimal 120 meter persegi.

perumahan-puri-bali-sawangan

“Kita tengah mengkaji untuk revisi Perda RTRW, lahan yang bisa digunakan untuk membangun rumah setidaknya bisa 90 meter persegi sehingga harga jualnya bisa lebih murah,” ujar Walikota Depok, Idris Abdul Shomad, di sela-sela acara groundbreaking apartemen Cinere Resort di Cinere, Minggu (13/3).

Dalam kesempatan itu Idris mengajak kalangan pengembang membangun hunian murah di wilayahnya. Ia membantah dengan Perda RTRW itu Depok tertutup untuk pengembangan perumahan murah. Seperti diketahui rumah untuk kalangan menengah bawah atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) umumnya luas lahannya 60 meter persegi, bangunan 22-36 meter persegi. “Saat ini situasinya belum merata dan masih menumpuk di satu titik. Makanya kami sangat aktif menggandeng kalangan investor untuk mengembangkan hunian di Depok khususnya hunian vertikal,” ujarnya.

Di dalam Perda RTRW Depok kajian rumah murah difokuskan untuk pengembangan hunian vertical. Ini untuk efisiensi lahan mengingat Depok merupakan kawasan hijau yang peruntukannya banyak untuk resapan air. Idris mengakui kebijakan pembatasan luas kaveling membuat kalangan investor kurang tertarik mengembangkan perumahan khususnya rumah murah di Depok.

Sebagai kompensasi agar investor tertarik Pemkot Depok memberi kemudahan perizinan dengan membuat layanan satu pintu. Sistem one stop service ini menjamin proses perizinan lebih transparan dan cepat.  “Di awal kami akan memperketat pemberian perizinan, ini untuk menjamin seluruh tahapan perizinan dilalui sehingga nantinya tidak akan merusak lingkungan. Setelah tahap awal dilalui selanjutnya pasti lebih lancar,” imbuhnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments