Wednesday, April 24, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedPembangunan Superblok Rp250 Triliun Dimulai

Pembangunan Superblok Rp250 Triliun Dimulai

Housing-Estate.com, Jakarta – Orange County, proyek superblock yang dikembangkan PT Lippo Cikarang Tbk di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dimulai pembangunannya. Pada tahap pertama dibangun dua menara apartemen, yaitu Irvine Suites dan Westwood Suites. Peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan apartemen ini dilangsungkan di Bekasi, Kamis (12/2), dihadiri Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Groundbreaking Orange County

Groundbreaking Orange County

Dua apartemen tersebut bagian dari pengembangan mixed use development yang akan menelan total investasi sebesar Rp250 triliun.  Proyek superblok tersebut dikembangkan di area seluas 322 ha. Kelak seluruh bangunan komersial yang ada di Orange County luasnya mencapai 16,5 juta meter persegi.

Superblok yang diklaim akan dilengkapi fasilitas komersial bertaraf internasional itu dikembangkan untuk mengantisipasi perkembangan pesat Bekasi khususnya Cikarang. Di kawasan ini hingga ke Karawang terdapat ribuan perusahaan industri baik nasional dan multi nasional. Pembangunan pabrik dan kebutuhan kantor di Bekasi diperkirakan bakal makin berkembang mengingat dalam beberapa tahun ke depan Jakarta tertutup untuk kawasan industri.  Perusahaan-perusahaan itu dipastikan akan melakukan relokasi pabrik salah satunya ke Bekasi.

“Saya sudah berkeliling kawasan sini, kalangan ekspatriat maupun level manajer memang membutuhkan hunian yang representatif. Makanya proyek seperti ini memang sudah saatnya dikembangkan di sini,” tandas Saleh di sela-sela acara groundbreaking.

Saleh menyambut positif pembangunan proyek terpadu ini. Selain dibangun di kawasan yang economic based-nya cukup kuat, proyek semacam ini dinilai dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan, selain infrastruktur yang akan memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi adalah pembangunan proyek properti skala besar.

Saleh menyebutkan, tahun lalu pertumbuhan ekonomi nasional  melambat dari 5,7 persen di tahun 2013 menjadi 5,1 persen. “Makanya pembangunan properti terintegrasi merupakan hal yang sangat strategis dan memberikan multiplier effect yang sangat besar dan ini mendukung program pemerintah,” ujar Saleh kepada housing-estate.com.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments