Wednesday, April 24, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedMerawat Gedung Bersejarah Dengan Pulasan Cat Baru - Housing-Estate.com - Portal Berita...

Merawat Gedung Bersejarah Dengan Pulasan Cat Baru – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), produsen cat Dulux, kembali melaksanakan ide Kota Humanis (Human Cities Initiative) dengan mengecat ulang Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat. Human Cities Initiative adalah sebuah komitmen AkzoNobel untuk memberikan energi baru dan meregenerasi masyarakat perkotaan dengan merevitalisasi bangunan-bangunan bersejarahnya sebagi pusat budaya dan identitas kota.

Menurut Jun De Dios, Presiden Direktur AkzoNobel Indonesia, bangunan bersejarah memiliki peran penting untuk masyarakat perkotaan sebagai wujud identitas kota. “Tentu kita tidak ingin tinggal di kota yang tidak memiliki latar belakang sejarah, karena itu melestarikan warisan urban seperti ini menjadi sangat penting,” ujarnya kepada housing-estate.com saat melakukan pengecatan eksterior GKJ, Sabtu (10/1).

Pengecatan GKJ oleh PT ICI Paints Indonesia

Pengecatan GKJ oleh PT ICI Paints Indonesia

GKJ sendiri dipilih oleh AkzoNobel karena menurut Jun, sebagai gedung ikonik ibukota keindahannya sudah mulai dimakan usia sehingga dengan mengecat ulang gedung ini dapat mengembalikan keindahan kota. Human Cities Initiative sendiri merupakan kegiatan yang berkesinambungan yang dilakukan untuk melestarikan peninggalan sejarah sebuah bangunan. Sebelumnya, bangunan bersejarah lain yang juga dicat antara lain Museum Fatahilah Jakarta pada tahun 2009, Balai Pemuda Surabaya, dan Benteng Rotterdam Makassar pada tahun 2010.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Purba Hutapea, memberikan apresiasi kepada AkzoNobel. Menurutnya, melestarikan warisan urban berupa gedung bersejarah bukan hanya menjaga keutuhaan bangunan gedung semata tapi merupakan wujud masyarakat yang menghargai sejarahnya.

“Sangat banyak yang bisa kita pelajari dan dapatkan dari situs-situs bersejarah yang merupakan warisan kita. situs bersejarah menjadi salah satu yang membentuk identitas diri dan kota yang kita tinggali sekaligus menjadi tonggak penting bagi generasi berikutnya. Kegiatan yang dilaksanakan AkzoNobel ini sebagai salah satu bentuk tabungan sejarah kita untuk masa depan,” imbuhnya.

GKJ sendiri awalnya bernama Schouwburg Weltevreden yang dibangun pada tahun 1814 dan merupakan gedung teater tertua di Jakarta. Pembangunan gedung ini bersamaan dengan Kota Tua, Stasiun Gambir, maupun Sunda Kelapa. Hingga saat ini GKJ masih digunakan oleh seniman dari seluruh Indonesia untuk mempertunjukan kreasi seninya seperti drama, sastra, film, teater, dan sebagainya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments