Friday, April 19, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedMasterplan Harus Bisa Mengakomodir Kebutuhan Investor - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Masterplan Harus Bisa Mengakomodir Kebutuhan Investor – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Tata ruang kerap menjadi masalah dalam pelaksanaan pembangunan wilayah. Karena alasan ekonomi pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan wilayah baik pemerintah maupun swasta secara sadar melanggar tata ruang yang sudah ditetapkan. Bahkan pemerintah terkesan lemah dalam penegakan tata ruang bila berhadapan dengan pemilik modal. Akibatnya pembangunan di kota-kota besar centang-perentang tidak sesuai masterplan makro pembangunan kota.

masterplan-jababeka

Menurut SD Darmono, CEO Kota Jababeka Cikarang, Bekasi, pembuatan masterplan atau tata ruang suatu kota seharusnya bisa berupa konsep terlebih dahulu sebelum nantinya ditetapkan sebagai sebuah aturan yang baku. Konsep masterplan ini untuk mendapatkan feedback dari seluruh pihak yang berkepentingan khususnya para investor sehingga bisa membuat suatu masterplan yang tepat.

“Hal ini kami terapkan di Kota Jabebaka 27 tahun lalu dengan membuat masterplan yang lebih umum dan kita tawarkan kepada investor. Ternyata yang banyak dibutuhkan adalah dari industri otomotif maka langsung kita ubah konsep masterplan-nya untuk mendukung bisnis otomotif tersebut. Jadi  konsep dulu, dites atau kita tawarkan, baru ditetapkan,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (31/10).

Dengan ada kepastian kebutuhan terbesar untuk industri otomotif, dari situ ada kebutuhan yang harus dipenuhi seperti fasilitas listrik, analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), kebutuhan air sekian banyak, kebutuhan fiber optik, jalan yang harus kuat untuk dilalui kontainer hingga 30 ton, dan sebagainya.

Seluruh permintaan maupun kebutuhan ini dihitung dengan cermat sehingga ada kepastian ketika menyusun masterplan. Hal ini nantinya dikaitkan dengan kewajiban investor dan apa insentif yang akan ditawarkan. Dengan konsep seperti ini juga perhitungan bisnis maupun keuangannya menjadi lebih feasible, perbankan juga akan berlomba masuk untuk membiayai, dan yang terpenting aturan yang keluar ini jadi friendly untuk dunia usaha dan seluruh pihak yang bekepentingan.

“Membuat masterplan untuk skala kota itu sangat mahal bahkan untuk sebuah kawasan yang luasnya hanya 500 ha. Karena itu dengan dibuat konsep terlebih dulu biayanya bisa lebih murah dan ditetapkan setelah ada kepastian apa kebutuhan terbesar di lokasi tersebut atau dibuat konsep untuk mendapatkan feedback. Pemerintah juga bisa lebih maksimal mengatur kawasannya dan lebih maksimal juga mendapatkan pajaknya,” pungkas Darmono.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments