Saturday, June 22, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedMasjid Raya Cibubur Country

Masjid Raya Cibubur Country

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Massa bangunan berbentuk jajaran genjang, masjid tampil artistik dengan dinding roster bersusun dinamis.

Masjid berkonsep terbuka untuk menghadirkan kenyamanan bagi pengguna dan lingkungan masyarakat

Masjid berkonsep terbuka untuk menghadirkan kenyamanan bagi pengguna dan lingkungan masyarakat

Housing-Estate.com, Jakarta – Masjid Raya Cibubur Country ini termasuk fasilitas baru di perumahan Cibubur Country, Jl Letda Nasir, Cikeas-Nagrak, Jawa Barat, milik Agung Sedayu Group (ASG). Pembangunan dimulai sejak awal 2011 dan diselesaikan medio 2012. Proses serah terima pengelolaan dari developer kepada warga baru dilakukan akhir Juli. Lokasinya kini berada di ujung klaster The Ranch berdampingan dengan aliran sungai yang melintasi perumahan. Nantinya jika lahan tahap tiga sudah dibuka, lokasi masjid akan tepat berada di tengahtengah perumahan. Saat ini pembangunan perumahan baru sampai tahap dua dengan jumlah penghuni mencapai 1200 KK.

Jajaran Genjang

Tampak massa bangunan melancip dari sisi depan mihrab. Dua sisi dinding roster bersusun dinamis memberi tampilan artistik

Tampak massa bangunan melancip dari sisi depan mihrab. Dua sisi dinding roster bersusun dinamis memberi tampilan artistik

Desain masjid bertolak dari ide perpaduan garis sejajar pada lokasi lahan dengan garis arah kiblat yang menghasilkan suatu massa berbentuk jajaran genjang. Bentuk ini dihadirkan sebagai respon terhadap lokasi dan pengguna serta fungsi bangunan yang bersifat publik. “Suatu bentuk massa yang tidak biasa dihadirkan untuk sebuah masjid, tapi menjadi sebuah tantangan untuk membentuk konfigurasi denah yang menarik,” kata Haerul Anwar, Project Architect dari PT US&P Architects, konsultan yang ditunjuk ASG untuk merancang masjid. Tim arsitek masjid terdiri dari Her Pramtama, Timmy Anggara, Imron Yusuf, Dede Sukendar dan Thatia Edra.

Empat Area

Dari keseluruhan lahan yang disediakan seluas 5500 m2, tim arsitek merancang bangunan masjid seluas 430 m2. Sisa lahan diolah untuk lansekap yang diisi taman rumput dan pepohonan sebagai penghijauan serta perkerasan berupa halaman luas. Bangunan masjid dibagi dalam empat area yang membentuk komposisi denah nyaman. Pertama, area taman depan mihrab yang dirancang untuk membatasi pandangan jamaah agar khusyuk dalam salat. Bagian ini dibatasi dinding kerawangan yang membentuk sudut lancip ke arah samping. Area kedua adalah ruang salat utama yang berada di tengah bangunan seluas 12 x 12 m. Ruang berbatas kaca transparan ini mampu menampung 200 jamaah.

Ceruk mihrab berbentuk segitiga menghadap taman rumput yang ditutup dinding kerawangan

Ceruk mihrab berbentuk segitiga menghadap taman rumput yang ditutup dinding kerawangan

Di sisi samping dan belakang ruang salat terdapat area teras berupa selasar semi terbuka. Berdekatan dengan teras belakang ditempatkan area wudu dan ruang gudang. Area ini sengaja diletakkan jauh terpisah dari area salat. Dinding area menggunakan bata roster yang disusun maju mundur sehingga terlihat dinamis. Rancangan dinding tidak solid itu untuk memaksimalkan aliran udara dan cahaya matahari serta memberikan kesan artistik pada bangunan. Terbuka

Masjid memiliki konsep terbuka. Secara fisik konsep tersebut dimaksudkan agar bangunan lebih hemat energi. Sedangkan efek psikologis yang diharapkan timbul adalah rasa nyaman bagi pengguna fasilitas dan masyarakat umum. Keinginan menciptakan kesan terbuka dihadirkan melalui taman, bukaan, serta memaksimalkan penggunaan material kaca transparan. Taman luar yang terbuka ditujukan sebagai tempat kegiatan masyarakat. Elemen ini juga menjadi pelengkap dari masjid yang dapat dimanfaatkan sebagai perluasan area salat jika diperlukan. Unsur tanaman dan jendela kaca yang dipisahkan oleh kawat parabola berfungsi untuk sirkulasi udara ke dalam masjid.

Aliran udara dapat mengalir bebas ke semua sisi karena terdapat celah ventilasi dari bata roster yang dipasang mengelilingi bangunan. Sisi bagian atap juga didesain dengan kisi-kisi yang berfungsi sebagai sumber penerangan, dan dapat mengalirkan udara panas yang diteruskan ke atas melewati kisi-kisi di bagian mahkota. Sementara bagian atap area teras yang terbuat dari beton diberi lubanglubang cahaya dengan glass block untuk memasukkan cahaya alami di siang hari.

Salat Id Perdana

Taserun Hadinata (70) adalah salah satu warga Cibubur Country (CC) yang senang dengan berdirinya masjid raya ini, meskipun untuk mencapainya ia harus menempuh jarak 1,5 km dari rumahnya di klaster Grass Land. Ia biasa membawa motor matic-nya setiap waktu salat untuk menjadi imam. Pensiunan Kepala Seksi Kebudayaan Dinas P&K Banyuwangi yang tinggal di Cibubur Country sejak tahun 2009 itu, sebelumnya sudah membangun musala kecil bersama warga di klaster rumahnya.

Menurutnya, perkembangan masjid raya ini cukup pesat sejak dibangun hingga pengisian perlengkapan pendukungnya. “Kecuali bangunan, kebutuhan perlengkapan masjid seperti rak, partisi, adalah hasil sumbangan warga,” ujar ayah penyanyi Nini Carlina dan Fitri Carlina itu. Kegiatan di masjid juga sudah mulai aktif, di antaranya pengajian rutin bagi bapak-bapak setiap malam Jumat dan pelajaran membaca Al Qur’an untuk anak-anak. Setiap hari Jum’at akses jalan dari kampung yang berbatasan dengan perumahan dibuka untuk memberi kesempatan warga ikut salat Jum’at di masjid ini. Pada lebaran tahun ini untuk pertama kalinya Masjid Raya Cibubur Country akan menyelenggarakan salat Id bagi warga perumahan dan sekitarnya. “Tahun lalu belum bisa karena pembangunan masjid belum rampung semuanya,” kata pria asal Banyuwangi itu.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments