Friday, July 19, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedMakam Tanah Kusir “Dijual” Rp2,5 Juta/Lubang - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Makam Tanah Kusir “Dijual” Rp2,5 Juta/Lubang – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Supriono hanya bisa pasrah ketika lahan makam yang dibelinya terungkap oleh petugas Pemprov DKI Jakarta. Sekitar setahun lalu ia membeli dua kaveling makam di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ia membeli dari seorang oknum petugas TPU. Supriono tertarik beli untuk persiapan ia dan istrinya bila kelak meninggal sehingga tidak perlu merepotkan ahli warisnya.

Taman Pemakaman Tanah Kusir

Taman Pemakaman Tanah Kusir

“Saya dapat informasi dari teman katanya kita bisa booking makam, waktu itu harganya Rp2,5 juta, jadi saya keluar Rp5 jutaan untuk lahan makam ini. Saya cari praktis saja untuk persiapan kuburan saya dan istri biar tidak merepotkan anak-anak,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (3/8).

Praktek jual beli makam fiktif ini baru terendus Pemprov DKI Jakarta belum lama ini. Disebut fiktif karena praktek semacam ini tidak diperbolehkan dan menjadi mainan oknum tertentu di Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI.  Terungkapnya banyak makam fiktif di berbagai TPU Jakarta ini membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan melakukan pengundian. Ahok menyebut selama ini kalangan masyarakat yang punya uang bisa memesan makam di lokasi tertentu. Praktek semacam ini merugikan warga masyarakat lain.

“Makam di Jakarta terbatas makanya akan dilakukan pengundian biar adil. Yang punya duit juga nggak bisa memesan lokasi makam yang bagus karena ini jadi pungli oknum petugas. (Mereka) menawarkan makam yang posisinya paling depan,” kata Ahok.

Jual beli makam ini terjadi di hampir seluruh TPU Jakarta. Makam-makam kosong tersebut ada yang sudah berupa gundukan dengan tanaman rumput bahkan ada yang dipasangi nisan. Buntut dari makam fiktif ini Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Ratna Dyah Kurniati  dicopot dari jabatannya selanjutnya digantikan oleh Jafar Muchlisin. “Pak Jafar sudah mengajukan nama-nama jajarannya yang bekerja kurang maksimal, beberapa aparat juga sudah dipecat terkait penemuan makam fiktif ini,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments