Friday, March 1, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedKewajiban Bangun Rusun Diganti Dengan Uang - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Kewajiban Bangun Rusun Diganti Dengan Uang – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Kewajiban pengembang di Jakarta untuk membangun rumah susun sampai sekarang belum berjalan mulus. Ratusan pengembang belum melaksanakan lantaran terkendala mahalnya harga tanah di Jakarta. Persoalan ini menjadi berlarut dan menemui banyak kendala karena pengembang dan Pemprov DKI tidak segera mengeksekusi sejak awal. Aturan tentang kewajiban untuk membangun rusun ini sudah berjalan lebih 20 tahun, yaitu SK Gubernur DKI Jakarta No. 540/1990 dan No. 640/1992. Menurut surat keputusan itu pengembang yang punya proyek  minimal seluas 5.000 m2 wajib menyisihkan 20 persen dari lahan efektif untuk rumah susun.

Amran Nukman

Amran Nukman

Menurut Ketua Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, Amran Nukman, untuk melaksanakan kewajiban ini harus dicarikan mekanisme lain. Misalnya lahan yang hendak dibangun disediakan oleh Pemprov DKI. Alternatif  lainnya, kewajiban pengembang itu dikonversi dalam rupiah.  Uangnya diserahkan ke Pemprov DKI untuk selanjutnya digunakan untuk membangun rusun.

“Konversi dalam bentuk uang ini jangan diartikan pengembang menyogok untuk meniadakan kewajibannya membangun rusun. Konversi ini untuk mempermudah Pemprov dan pengembang menentukan berapa kewajibannya membangun rusun dari lahan yang dikembangkannya tersebut,” ujar Amran kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (6/7).

Menurut Amran, untuk menindaklanjuti ide ini nantinya akan ada pertemuan teknis dengan pihak Pemprov. Ide penyediaan lahan oleh Pemprov prinsipnya didukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Lokasi yang disediakan Pemprov DKI di pasar-pasar tradisional dan tempat-tempat binaan Pemprov.

“Pak Ahok bahkan meminta supaya bisa segera groundbreaking. Pemprov mendukung penuh karena punya target untuk membangun rusun sebanyak 7.000 unit tahun ini. Nanti Gubernur yang menentukan lokasi dan polanya seperti apa,” imbuhnya.

Sesuai hasil identifikasi Satgas Rusun yang dibentuk REI DKI Jakarta, sebanyak 242 pengembang punya kewajiban  membangun rusun. Dari jumlah tersebut sebanyak 46 pengembang merupakan anggota REI DKI Jakarta.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments