Monday, May 27, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedKereta Cepat Jakarta-Bandung Tidak Serta Merta Tingkatkan Nilai Properti - Housing-Estate.com -...

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tidak Serta Merta Tingkatkan Nilai Properti – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang sudah di-grondbreaking oleh pemerintah pada Januari 2016 lalu diyakini akan berdampak pada peningkatan perekonomian termasuk meningkatkan sektor properti khususnya kota-kota di sepanjang jalur yang dilintasi rel kereta cepat. Moda ini akan memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi kurang dari 1 jam.

Kereta Cepat Jakarta Bandung

Hanya saja terkait dengan peningkatan sektor properti dengan adanya proyek ini, menurut Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia, sebuah perusahaan konsultan dan manajemen properti, proyek ini tidak akan secara linier berdampak langsung pada peningkatan sektor properti.

“Harus dilihat apakah ada kebutuhan masyarakat yang berada pada sepanjang lintasan kereta cepat ini. Misalnya di Purwakarta, apakah masyarakat di Purwakarta ada kebutuhan untuk ke Jakarta atau Bandung. Menurut saya pengembangan kawasan baru di dekat stasiun kereta cepat ini harus melihat kebutuhan penduduk yang dibangun itu,” jelasnya saat paparan Jakarta Property Market  Kuartal Pertama 2016, di Jakarta, Rabu (6/4).

Vivin sendiri mengakui, pembangunan infratsuktur khususnya moda transportasi seperti kereta cepat ini bisa meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas yang pada gilirannya meningkatkan perekonomian suatu kawasan. Hanya saja untuk kasus kereta cepat Jakarta-Bandung ini, boleh dibilang penggunanya sangat spesifik yaitu warga Jakarta dan Bandung saja karena itu ia meragukan proyek ini bisa meningkatkan kawasan-kawasan di sepanjang lintasannya dengan cepat.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan membentang sepanjang 140,9 km yang rencananya akan dibuat sebanyak 4 stasiun yaitu Stasiun Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar (kawasan Gedebage). Di setiap stasiun ini akan dibangun dengan konsep transit oriented development (TOD) untuk mendorong terbentuknya sentra-sentra ekonomi baru di koridor lintasan Jakarta-Bandung ini.

“Pengguna kereta cepat ini harus yang memiliki kebutuhan untuk menggunakan jalur tersebut, memang bisa growing dengan adanya akses yang lebih baik. Kalau misalnya orang Karawang butuh ke Jakarta, jalur ini bisa tumbuh. Tapi kalau secara keseluruhan menurut saya pertumbuhannya cukup lama, mungkin bisa mencapai 5 tahun setelah kereta cepat ini beroperasi, jadi nggak bisa cepat,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments