Monday, May 27, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedKepemilikan Asing Disambut Dingin Pengembang - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti No....

Kepemilikan Asing Disambut Dingin Pengembang – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Ketentuan kepemilikan properti oleh orang asing akhirnya dikeluarkan pemerintah. Beleid yang dikeluarkan pada 22 Desember 2015 itu diharapkan bisa mendorong perkembangan industri properti khususnya pasar apartemen mewah. Tapi aturan ini ditanggapi dingin kalangan pengembang. Mereka masih menunggu aturan turunannya yang lebih detil. Sekretaris Jenderal DPP Realestat Indonesia (REI), Hari Raharta, menyatakan, aturan tentang pertanahan dan kepemilikan properti di Indonesia terlalu banyak. Hal ini mengakibatkan penerapannya di lapangan menjadi tidak jelas.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Kalau di luar negeri hanya ada freehold dan leasehold, sementara di sini ada hak milik, hak guna bangunan (HGB), hak pengelolaan (HPL), macam-macam. Untuk kepemilikan asing (tanahnya) hak pakai, sementara untuk konsumen lokal pakai HGB, jadi kita mau lihat dulu aturan mendetilnya seperti apa,” katanya kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (19/1).

Pemasarannya bertambah rumit karena dalam ketentuan tersebut orang asing tidak diizinkan membeli seluruh unit di satu tower.  Ada komposisi yang harus ditaati antara jumlah pembeli asing dengan lokal. Hari belum mengetahui bagaimana teknis penerapannya di lapangan mengingat status tanah untuk orang asing dan lokal berbeda. Ada kemungkinan konsumen lokal tidak mau membeli apartemen yang dibangun di atas tanah hak pakai.

Dua jenis hak ini sebetulnya tidak jadi masalah selama aturan detilnya jelas. Misalnya soal hak waris untuk orang asing, seperti apa penerapannya. Hari tidak memasalahkan apapun penerapan hak yang diberlakukan selama aturan turunannya jelas dan tidak mengganggu potensi pasar lokal. Ia mengingatkan agar aturan untuk orang asing dibuat lebih bagus dibandingkan untuk konsumen lokal.

“Di negara manapun perlu ada orang asing yang tinggal. Berbeda dengan saham yang kapitalisasinya bisa dibawa ke luar negeri dengan cepat, kalau properti mana bisa. Ini untuk menambah alternatif supaya landasan ekonomi kita lebih kuat dan tidak terlalu fluktuatif,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments