Wednesday, June 12, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedKemenpupera Susun Skema Sewa-Beli Rusun Untuk MBR - Housing-Estate.com - Portal Berita...

Kemenpupera Susun Skema Sewa-Beli Rusun Untuk MBR – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah terus mengupayakan peningkatan hunian dengan konsep vertikal atau rumah susun (rusun) untuk kalangan pekerja di perkotaan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) tengah menyusun rancangan aturan mengenai kepemilikan satuan rusun (sarusun) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan skema sewa beli khusus untuk rusun yang dibangun dengan kemudahan dari pemerintah.

peresmian rusun Darul Hikmah Tulungagung

peresmian rusun Darul Hikmah Tulungagung

“Program sewa beli sarusun ini bisa menjadi solusi permasalahan hunian di kota-kota besar Indonesia. Dengan sistem ini kita berharap backlog perumahan yang besar khususnya di kawasan perkotaan bisa segera diatasi,” ujar Kuswardono, Direktur Rumah Susun Ditjen Penyediaan Perumahan Kemenpupera, di sebuah acara diskusi di Surabaya, pekan ini.

Pemerintah, jelas Kuswardono, sepanjang tahun ini telah membangun sebanyak 80 twin block  (TB) rusun yang diperuntukan bagi kalangan MBR yang dapat menampung lebih dari 8 ribu jiwa. Kendala dari program ini terkait dengan biaya pengelolaan rusun yang cukup tinggi selain tidak adanya kepastian bagi masyarakat terkait kepemilikan rusun yang telah dihuninya.

Karena itu dirancanglah konsep sistem sewa beli ini yang pada gilirannnya juga bisa mengurangi beban subsidi dari anggaran APBD. Hal lainnya bisa memberikan kepastian kepemilikan unit bagi MBR yang telah menghuini rusun untuk periode yang cukup lama sehingga ada  kepastian bagi masyarakat.

Konsep kepemilikannya sendiri hanya sebatas pada unit sarusunnya dan tidak termasuk tanah. Artinya, tanah di mana rusun dibangun tetap menjadi aset pemerintah baik pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota. Hal ini juga bisa membuat harga unit rusun menjadi lebih murah karena tidak memasukan unsur tanah.

“Jadi nanti masyarakat tetap menyewa tapi perjanjiannya sewa beli, uang cicilan dianggap sebagai harga sewa atas barang hingga barang tersebut lunas dengan sewa yang telah dibayarkan. Setelah lunas melalui sistem sewa ini maka barang, yang notabene unit rusun, beralih menjadi hak milik,” terangnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments