Saturday, June 22, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedKemenpupera Perbaiki 890 Ribu Rumah Tidak Layak Huni - Housing-Estate.com - Portal...

Kemenpupera Perbaiki 890 Ribu Rumah Tidak Layak Huni – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga tahun 2013 lalu jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 3,4 juta unit di seluruh Indonesia. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mengklaim jumlah ini sekarang tinggal 2,51 juta unit.

bedah-rumah

Menurut Direktur Perencanaan Penyediaan Perumahan Kemenpupera Dedy Permadi, pemerintah telah membangun dan memperbaiki 890 ribu RTLH melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah. Untuk peningkatan kualitas dan membangun rumah baru nilai bantuannya masing-masing Rp15 juta dan Rp30 juta.

“Saat ini masih ada 2,18 juta rumah rawan layak huni dan tidak layak huni 0,33 juta sehingga total RTLH sebanyak 2,51 juta unit,” ujar Dedy saat berbicara pada acara bimbingan teknis dekonsentrasi bidang perumahan tahun 2016 yang dihadiri oleh perwakilan 34 provinsi di Jakarta, pekan ini.

Pada kesempatan itu Dedy mengajak pemerintah daerah membentuk kelompok kerja (pokja) tingkat provinsi untuk melakukan pendataan perumahan. Sasaran akhir dari Pokja ini adalah mengurangi backlog perumahan di wilayah masing-masing. Semula Pokja dan pendataan perumahan berada di pusat. Dekonsentrasi ini diharapkan  dapat menghasilkan data perumahan lebih riel sehingga program dan strategi penanggulangannya lebih tepat sesuai target  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang perumahan.

“Sesuai RPJMN target kita membangun 550 ribu unit satuan rumah susun, 50 ribu unit rumah khusus, 900 ribu rumah umum subsidi dan 2,2 juta unit rumah swadaya. Target kualitas adalah peningkatan peran pemerintah daerah untuk peningkatan badan usaha bidang perumahan dan inovasi teknologi bidang perumahan,” pungkas Dedy.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments