Monday, June 24, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedKembangkan Superblok, Peruri Ajukan Perubahan Zona Blok M

Kembangkan Superblok, Peruri Ajukan Perubahan Zona Blok M

Housing-Estate.com, Jakarta – Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) terus mematangkan rencana pembangunan proyek superblok di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Proyek seluas 5,4 ha itu akan dibangun di Jl Faletehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasi tersebut sekarang menjadi kantor pusat Peruri. Di proyek tersebut rencananya akan dibangun perkantoran, apartemen, hotel, kondominium dan pusat perbelanjaan dengan investasi sekitar Rp4 triliun.

Kantor Peruri

Kantor Peruri

Terkait pembangunan proyek ini Peruri berencana mengajukan perubahan zoning kawasan Blok M. Menurut Direktur PT Peruri Properti (Pepro), Indra Setiadjid, kawasan Faletehan dan sekitarnya oleh Pemprov DKI ditetapkan sebagai zona merah. Di zona ini 80 persen areanya digunakan untuk perkantoran (pemerintahan, swasta, dan asing), sisanya komersial. Pengajuan perubahan ini karena minat orang untuk beli ruang perkantoran masih kurang. Paling potensial pengembangan apartemen dan kondominium karena peminatnya ada. “Pertimbangan lainnya kawasan Blok M akan menjadi hub transportasi mmassal ke sejumlah kawasan bisnis di Jakarta Pusat,” ujar Indra kepada pers di Karawang, Kamis (28/1).

Untuk mengembangkan proyek ini Peruri mengajak kerjasama 10 BUMN, antara lain Adhi Karya, Hutama Karya, Perumnas, Wijaya Karya, Waskita Karya. Ada tiga opsi kerja sama yang ditawarkan, yaitu built operate and transfer (BOT), kerja sama operasional (KSO), dan strata title dengan pembatasan. Tiga opsi  ini terkait dengan masalah zona merah tadi. Peruri dan Kementerian BUMN kini tengah mengkaji kembali proyek itu, khususnya skema pendanaan dan pembangunannya.

Direktur Utama PT Peruri Properti, Muchrizal,  menjelaskan, status tanah proyek ini HGB (Hak Guna Bangunan) di atas HPL (Hak Pengelolaan). Sebabnya, tanah Peruri ini milik negara sehingga tidak bisa HGB murni. Kendati legalitas kuat masyarakat masih banyak yang  senang sertipikat hak milik (SHM) karena tidak perlu melakukan perpanjangan.

Rencananya tender pembangunan proyek ini akan dilakukan enam bulan mendatang. Pertengahan 2016 pemenangnya sudah ada. BUMN yang menang tender bisa mengajak swasta untuk kerja sama dan segera mengurus perijinan. Desain dan konsep superblok menjadi tanggung jawab pemenang tender. “Peruri hanya berperan sebagai penyedia lahan, idenya apa, silakan,” tambah Indra.

Jika tidak meleset paling cepat pemancangan tiang pertama (ground breaking) akan dilakukan pertengahan 2017. Pembangunannya diperkirakan  2-3 tahun sehingga pada akhir 2018 atau awal 2019 sudah dapat dioperasikan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments