Monday, July 15, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedKebijakan Penyaluran KPR Akan Dilonggarkan - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti No....

Kebijakan Penyaluran KPR Akan Dilonggarkan – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Keinginan pengembang agar otoritas keuangan melonggarkan kebijakan pemberian KPR mendapat tanggapan positif  Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dua tahun terakhir pemerintah memberlakukan kebijakan loan to value (LTV), yaitu rasio kredit dengan uang muka. Untuk rumah 70 m2 ke atas uang mukanya 30 persen, sedangkan rumah kedua yang dibeli dengan KPR depe-nya 40 persen.  Pemberlakukan LTV itu dinilai pengembang melemahkan industri properti.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Djoko Slamet Utomo, otoritas keuangan melihat terjadinya penurunan penyaluran sektor KPR. Karena itu ada pemikiran untuk  melonggarkan. “Selama dua tahun ini atau sejak LTV diberlakukan penurunannya sudah sangat terasa. Dulu diberlakukan LTV ini karena kenaikannya terlalu tinggi dan cepat, sekarang sudah mulai menurun makanya mau dilonggarkan,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (18/5).

Djoko mengaku belum mengetahui berapa kelonggaran yang akan diberlakukan terkait aturan LTV ini. Hanya saja menurut data Bank Indonesia (BI), sejak LTV diberlakukan pertumbuhan sektor KPR sejak tahun 2014 hingga kuartal pertama 2015 rata-rata hanya tumbuh 0,14 persen. Jadi, pemerintah berhasil menurunkan penyaluran KPR yang sebelumnya pertumbuhannya dinilai terlalu tinggi dan dikhawatirkan akan memicu bubble di sektor properti.

Pelonggaran LTV, lanjut Djoko, juga tidak akan berdampak langsung terhadap kenaikan KPR. Tapi paling tidak, dengan pelonggaran ini ia optimistis industri KPR akan kembali mengalami tren kenaikan. Apa lagi bila dibandingkan dengan total Produk Domestik Bruto (PDB), porsi KPR baru mencapai 3,3 persen.

“Secara nasional, porsi KPR kita dibandingkan total kredit juga masih di bawah 10 persen, jadi untuk bertumbuh lebih besar masih sangat dimungkinkan. Kalau saya tetap memberikan apresiasi, beberapa kalangan pengembang yang menginnginkan LTV dihapus karena melihatnya kondisional dan tidak secara sustain. Pemerintah melihatnya dari sisi kredit yang tersalurkan, jadi saya optimistis ke depan industri properti akan mulai naik lagi,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments