Saturday, April 13, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedKampus ATMI Cikarang, Harmonisasi Teknologi, Manusia dan Lingkungan - Halaman 2 dari...

Kampus ATMI Cikarang, Harmonisasi Teknologi, Manusia dan Lingkungan – Halaman 2 dari 3

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Pendinginan pasif

Desain gedung menggunakan karya PT Urbane Indonesia, konsultan arsitektur yang memenangkan kompetisi arsitektur tingkat nasional yang diselenggarakan tim Holcim Building Solutions. Gedung dirancang dengan konsep pendinginan pasif (passive cooling) untuk mengurangi konsumsi energi hingga setengah dari yang digunakan bangunan sekelas pada umumnya.

Suhu ruang perkuliahan dijaga antara 16-19 derajat celcius

Suhu ruang perkuliahan dijaga antara 16-19 derajat celcius

Konsep itu diaplikasikan melalui bentuk bangunan yang mengikuti arah gerak matahari dan maksimalisasi sirkulasi udara alami. “Ada juga koridor dengan dinding tanaman rambat yang didesain mengelilingi tepi luar bangunan, untuk mencegah panas matahari langsung masuk ke dalam gedung tanpa menghalangi penerangan alami,” kata Achmad Tardiyana, arsitek dari Urbane.

Sementara atap bangunan didesain berbentuk kupu-kupu yang berfungsi menangkap air hujan sebelum dialirkan ke bak penampungan yang kemudian digunakan sebagai cadangan air dalam pengelolaan gedung. Upaya penyerapan air hujan juga diterapkan pada lantai beton yang berpori di jalan masuk ke areal kampus.

Untuk memperlancar sirkulasi udara, tangga utama dan core lift diletakkan di bagian tengah bangunan. Area tangga utama dan lift dibiarkan tanpa dinding untuk ventilasi alami sehingga menghemat penggunaan AC. Penggunaan kaca double glass serta lapisan insulasi berupa foam dan gipsum pada sisi dalam dinding bangunan dimaksudkan untuk menyerap panas dari luar bangunan.

Gedung juga menerapkan sistem pendinginan radiant cooling thermal seperti di bandara Suwarnabhumi, Bangkok (Thailand), yang mengalir dari lantai beton di seluruh bangunan. Lantai beton terasa sejuk karena diisi banyak pipa berisi air yang sudah didinginkan di chiller. Karena berada dalam lantai beton, air akan terus dingin. Pipa dipilih dari jenis polyethilene karena pentransferan air butuh kecepatan sedang agar efektif dan efisien. Pipa itu juga mencegah oksigen tidak masuk ke dalam air dan memicu lumut. Pipa-pipa air itu menstabilkan suhu struktur bangunan dan meradiasikan suhu dingin ke seantero ruang.

Sementara ruang perkuliahan, laboratorium, kantor administrasi, dan lain-lain dilengkapi chilled water temp dengan suhu 16 – 19 derajat celcius sebagai penyuplai udara bersih dan kering. Kekuatan aliran udaranya tergantung kadar karbondioksida (CO2) dalam ruang. Pengoperasiannya secara otomatis menggunakan sensor yang dipasang di setiap ruang. “Dibanding AC aplikasi teknologi ini dapat menghemat pemakaian energi hingga 40 persen,” kata Henri Paul, Production Director ATMI. Penghematan energi lain diterapkan melalui penggunaan lampu LED dan pemasangan panel surya (solar photovoltaic panel).

Laman: 1 2 3

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments