Saturday, September 23, 2023
Google search engine
HomeUncategorizedJalan  TB Simatupang Akan Dilebarkan - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti No....

Jalan  TB Simatupang Akan Dilebarkan – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta rencananya akan melebarkan koridor Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, dari dua menjadi tiga lajur. Peningkatan kapasitas jalan ini untuk mendukung pertumbuhan bisnis di koridor tersebut yang kini banyak berdiri gedung-gedung perkantoran (high rise building) dan apartemen. “Koridor ini (TB Simatupang) sekarang berkembang pesat, ada pergeseran (dari sebelumnya) berkantor di Jl Jend Sudirman – Thamrin ke TB Simatupang. Karena itu diperlukan pelebaran jalan,” ujar Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi , saat menghadiri acara groundbreaking apartemen Branz Simatupang di Jl TB Simatupang di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kawasan TB Simatupang

Menurut Tri, Jl TB Simatupang akan dilebarkan dari dua menjadi tiga lajur. Pada kesempatan itu ia meminta kalangan pengembang taat pada aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Terhadap proyek-proyek properti yang tidak mengindahkan aturan main yang berlaku pemprov akan melakukan penertiban dan tindakan tegas. Apabila pengembangnya bandel pemerintah tidak segan melalukan teguran, penyegelan, bahkan pembongkaran.

Peringatan itu disampaikan karena ada sejumlah pengembang  menabrak aturan yang berlaku. Ia menyebut di Jl Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, ada pengembang yang mengajukan izin groundbreaking ternyata pondasinya sudah selesai dibangun. Pondasi tersebut pada akhirnya dibongkar. Selain itu Pemprov DKI juga menyegel Gedung Ratu Prabu 3 yang baru akan dibangun karena masalah yang sama.

Penegakan aturan itu penting karena koridor TB Simatupang semakin berkembang menjadi kawasan perkantoran dan pengembangan apartemen. Sebelum membangun pengembang harus sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Tri mensinyalir ada sejumlah proyek melanggar koefisienn lantai bangunan (KLB) dan  garis sempadan bangunan (GSB).

“Saya ingin mengajak kita semua khususnya kalangan pengembang untuk bisa menjaga kelestarian lingkungan dengan memenuhi seluruh persyaratan perizinan yang sudah ditetapkan. Jadikan proyek yang dibangun menjadi nilai tambah untuk masyarakat, jadi keberadaan kita bukannya malah merusak lingkungan,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments