Monday, July 15, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedJabodetabek Diintegrasikan Dengan 9 Transportasi Masal - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Jabodetabek Diintegrasikan Dengan 9 Transportasi Masal – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mendukung pengembangan sistem transportasi masal untuk wilayah Jabodetabek. Ada 9 sistem transportasi masal yang dikembangkan, terdiri dari light rail transit (LRT) yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta, LRT Kementerian Perhubungan, LRT Jababeka, mass rapid transit (MRT), kereta api bandara, kereta cepat, automatic people mover system (APMS), commuter line, dan bus rapid transit (BRT).

Rute Transjakarta diperluas hingga wilayah tangerang

Rute Transjakarta diperluas hingga wilayah tangerang

Untuk mendukung jalur  tranportasi ini, Kemenpupera juga mendukung dengan mengembangkan jalan tol di dalam kota (radial) sepanjang 70 km. “Penataan transportasi di Jabodetabek ini harus tertata dan terintegrasi dengan tidak melupakann ruang terbuka hijau (RTH) minimal 20 persen di setiap kota untuk mencapai standar kota yang nyaman, aman, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Hermanto Dardak, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kemenpupera di Jakarta, pekan ini.

Untuk mendukung pengembangan transportasi masal ini, Hermanto menyebutkan, akan memperkuat koordinasi dengan Transjakarta untuk penambahan jalur busway. Begitu juga untuk pemanfaatan lahan untuk pembangunan kereta cepat, LRT Cikarang-Cawang-Cibubur dan Cibubur-Cawang, mendesain jalan tol Cikarang-Bekasi-Laut (CBL), dan lainnya.

Pengembangan transportasi ini juga akan terintegrasi dengan pengembang kota baru yang juga tengah digalakkan oleh Kemenpupera. Yang saat ini tengah dilakukan adalah pengembangan Kota Baru Publik Maja di Lebak, Banten, dan Compact City di Kemayoran, yang juga akan memanfaatkan pengembangan rencana transportasi masal untuk kawasan Jabodetabek ini.

“Jadi pengembangan kota baru maupun transportasi masal ini dilakukan lintas pemerintah pusat-daerah dan juga kalangan stakeholder lainnya seperti pengembang. Untuk pengembangan transportasi ini supaya lebih maksimal koordinatornya oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), BPIW Kemenpupera, dan Pemprov DKI Jakarta,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments